Mata Silinder dan Penyebabnya

Mata Silinder dan Penyebabnya

Mata Silinder adalah jenis penyakit mata yang disebabkan oleh Kelainan Refleksi Lensa Mata. Dimana lensa mata mempunyai cekungan yang berbeda antara tengah dan pinggir. Efek dari mata Silinder, penderita akan melihat benda seakan akan menjadi dua, karena jatuhnya bayangan benda di retina mata ada 2.

Pada umumnya, mata silinder terjadi sejak lahir dan sebagian lainnya karena trauma, penyakit atau riwayat operasi pada mata.

Mata silinder dan penyebabnya

Mata silinder dan penyebabnya

Mata Silinder tidak berarti tidak bisa disembuhkan. Teknologi sekarang dengan menggunakan operasi laser sudah bisa membuat mata silinder menjadi normal kembali. Namun demikian daripada kita terkena penyakit mata silinder lebih baik dilakukan pencegahan atau penyembuhan sendiri.

Penyakit mata yang secara umum diderita oleh banyak orang adalah mata minus (myopia) dan mata silinder (astigmatisma). Sebelum melakukan penanganan lebih lanjut, marilah kita memahami terlebih dahulu perbedaan yang mendasar dari kedua penyakit mata ini.

Mata Myopia (Minus atau Rabun Jauh) Penyebab utama dari mata minus adalah kelengkungan kornea yang lebih pendek serta sumbu bola mata yang terlalu panjang. Kedua hal tersebut dapat diperoleh melalui orang tua atau keturunan. Namun apabila bukan keturunan, mata minus bisa diakibatkan karena aktivitas dekat terlalu lama, misalnya banyak membaca atau terlalu lama bekerja dengan komputer.

Bola mata dalam keadaan normal berbentuk bulat seperti bola sehingga sinar atau bayangan yang masuk dapat ditangkap pada satu titik di retina. Pada mata yang mengalami astigmatisme, bola mata berbentuk lonjong seperti telur sehingga sinar atau bayangan yang masuk ke mata sedikit menyebar alias tidak fokus pada retina. Hal ini menyebabkan bayangan yang terlihat akan kabur dan hanya terlihat jelas pada satu titik saja. Disamping itu, bayangan yang agak jauh akan tampak kabur dan bergelombang.

Mata Silinder (Astigmatisma) Penyebabnya adalah panjang kornea antara horisontal dan vertikal yang tidak sama. Hal ini bisa didapat dari orang tua atau keturunan. Selain itu, gaya hidup yang tidak benar seperti membaca atau melihat jauh dalam posisi miring, menonton TV, kurangnya asupan vitamin A, dan membaca sambil tiduran juga disebut sebagai penyebab lain dari penyakit mata ini. Berbeda dengan minus, silinder cenderung tidak akan bertambah bila kita menggunakan ukuran yang tepat pada kacamata atau lensa kontak. Silinder justru akan bertambah bila kita tidak menggunakan ukuran aslinya. Pada umumnya, sekali diberikan ukuran yang sebenarnya maka silinder akan tetap pada ukuran tersebut.

Mata silinder terjadi karena kelainan refraksi pada permukaan kornea mata. Kelainan mata silinder yang kecil akan mengakibatkan ganguan ketajaman penglihatan yang ringan, namun dapat menyebabkan sakit kepala, ketegangan pada mata dan kelelahan.

Karateristik alamiah dari kornea adalah kornea yang membentuk multi lengkungan yang tersusun sistematik dan terdiri atas jaringan kolagen yang mempunyai indeks bias cahaya yang cukup tinggi. Sedangkan karakteristik lensa mata adalah bentuk lensa mata yang cembung yang dapat berubah sesuia kebutuhan dari pembiasan cahaya yang diterima yang kemudian disebut proses akomodasi mata.

Jika Anda menderita astimatisme tapi tidak ingin terus-terusan pakai kacamata atau lensa kontak, anda akan mendapatkan ketajaman penglihatan mata yang lebih baik dan nyaman dengan menggunakan lensa kontak toric, atau Anda tidak ingin menjalani operasi mata, Anda bisa menggunakan Obat Terapi Mata Alami. Pengalaman empiris membuktikan bahwa Obat Terapi Mata Alami dapat menghilangkan kelainan mata minus dan silindris secara permanen 100% pada anak-anak dan remaja dibawah 20 tahun. Untuk orang dewasa (usia 20-39 tahun), Obat Terapi Mata Alami bisa mengurangi rabun jauh hingga 90%. Sedangkan untuk orang tua yang usianya diatas 40 tahu, Obat Terapi Mata Alami bisa menurunkan mata minus dan silindris hingga 75%. Sungguh pencapaian yang luar biasa untuk sebuah terapi sederhana yang alami.

Cara yang umum digunakan untuk mengatasi mata silinder adalah menggunakan lensa korektif seperti kacamata atau lensa kontak. Namun perlu Anda ketahui bahwa kacamata dan lensa kontak bukanlah cara untuk mengobati astigmatisme. Malah, beberapa pengguna kacamata harus berulang kali ganti kacamata dengan lensa yang lebih tebal karena masalah matanya semakin parah. Pilihan lain untuk mengobati astigmatisme adalah dengan operasi, namun tindakan ini sangat tergantung dari kondisi pasien. Soalnya memang tidak semua pasien yang menderita astigmatis cocok dilakukan operasi.

Mata Silinder dan Penyebabnya

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*