Mata Silinder Pada Anak

Mata Silinder Pada Anak

Mata Silinder– Mata anak sangat berbeda dengan mata orang dewasa. Mata anak bukanlah bentuk miniatur dari mata orang dewasa. Mata anak terus berkembang hingga dewasa. Semua kelainan yang timbul pada mata anak akan dapat berlanjut hingga dewasa.

Kelainan tersebut sangat beragam, mulai dari kelainan congenital (bawaan lahir) seperti katarak congenital, glaucoma congenital; kelainan anatomi mata baik pada kelopak mata, saluran air mata, kornea iris, lensa dan retina; infeksi dan alergi mata, kelainan saraf mata, tumor mata, kelainan bentuk wajah yang mempengaruhi mata, trauma atau adanya kelainan/gangguan sistemik pada anak yang mempengaruhi fungsi mata hingga gangguan refraksi mata seperti mata minus, mata plus, mata silinder, mata malas hingga juling.

Oleh karena itu, deteksi dini adanya kelainan atau gangguan pada fungsi perkembangan penglihatan mata anak sangat perlu dilakukan bahkan sejak awal kelahirannya.

Mata silinder atau astigmatisme (medis) adalah sebuah kondisi dimana bentuk permukaan mata yang disebut kornea atau lensa mata yang terletak lebih dalam, memiliki perbedaan kelengkungan pada permukaannya. Mata normal akan memiliki permukaan yang merata pada setiap arahnya, namun pada astigmatisme terdapat beberapa daerah pada permukaan yang sebagian rata atau cenderung dalam. Ibaratkan seperti telur atau bola rugby (normalnya seperti bola). Keadaan ini menyebabkan sinar yang masuk ke mata akan dibiaskan tidak pada satu titik fokus sehingga objek yang dilihat adalah tidak jelas dan berbayang.

mata silinder pada anak

mata silinder pada anak

Pada umumnya, astigmatisme terjadi sejak lahir dan sebagian lainnya karena trauma, penyakit atau riwayat operasi pada mata

Faktor mata silinder yang  pertama adalah faktor genetik. Faktor genetik atau keturunan yang dimaksud disini adalah bahwa banyak di antara keluarga yang memerlukan atau memakai kacamata. Faktor genetik ini dapat berperan sekitar 30% – 35%. Biasanya kerusakan yang diturunkan adalah Cylinder myopia, Myopia (mata minus), Hipermetropia (mata plus). Perlu diingat bahwa faktor keturunan ini tidak hanya berlaku untuk 1 keturunan (langsung dari bapak / ibu), tetapi bisa juga terjadi dari 3 generasi, dan polanya tidak beraturan, bisa pada pria ataupun wanita.

Untuk mengatasinya dapat diberikan bantuan kacamata lensa silinder. Ini adalah cara yang paling mudah- seperti pada kasus anak Anda. Mata Silinder- Pemberian kacamata lensa silinder memang tidak bersifat merubah bentuk bola mata yang sudah ada, tetapi membantu agar sinar yang masuk ke mata menjadi dibiaskan pada satu titik fokus dan kemudian objek yang dilihat menjadi jelas.

Mata Silinder- Namun kemajuan teknologi memberikan harapan dengan melakukan bedah refraktif lasik, yaitu dengan cara merubah kelengkungan yang tidak rata menjadi rata. Untuk itu, Anda dapat membawa anak Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang menawarkan penanganan astigmatisme dengan bedah refraktif lasik. Karena semuanya sangat tergantung dari kondisi mata tiap penderita.

Mata silinder Peran jus wortel atau vitamin A adalah pada kesehatan mata terutama pada bagian retina, namun tidak merubah bentuk kelengkungan kornea ataupun lensa. Namun, keduanya sangat baik untuk tetap dikonsumsi.

Lantas, apakah anak Anda harus terus menggunakan kacamata? Kacamata dengan lensa silinder dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mendapatkan penglihatan yang jelas. Tidak ada hubungannya antara menggunakan kacamata dengan mengurangi mata silinder. Namun jika tidak menggunakan kacamata, seseorang biasanya akan memberikan keluhan seperti melihat jauh kabur sedangkan melihat dekat lebih baik, melihat ganda dengan satu atau kedua mata, melihat benda yang bulat menjadi lonjong, penglihatan akan kabur untuk jauh ataupun dekat, bentuk benda yang dilihat berubah, mengecilkan celah kelopak, sakit kepala, mata tegang dan pegal, mata dan fisik lelah.

Jika Anda menderita mata silinder  dan  tidak  ingin  memakai  kaca mata  terus  menerus  sebaiknya  anda  berusaha  mencari  pengobatan   alami  yang  bisa  mengobati   penyakit  ini dari  dalam  sehingga   dapat  memperbaiki sel-sel  atau  organ  penglihatan  secara  total  dan  bukan  sementara  waktu.  Pengalaman empiris membuktikan bahwa Obat mata  alami  Superlutein  dapat membantu  penderita  mata silinder  secara permanen 100% pada anak-anak dan remaja di bawah 20 tahun. Untuk orang dewasa (usia 20-39 tahun),  tetapi untuk  kasus  usia  yang  sudah  dewasa bisa  mengurangi  mata silinder dan  rabun jauh hingga 90%. Sedangkan untuk orang tua yang usianya di atas 40 tahun, obat alami  menurunkan mata minus dan silinder hingga 75%. Sungguh pencapaian yang luar biasa untuk sebuah terapi sederhana yang alami.

 

Mata Silinder Pada Anak

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*