Pengobatan Astigmatisma

Pengobatan Astigmatisma

 

Pengobatan Astigmatisma – Penyakit mata silinder adalah gangguan pada mata, yakni kornea atau lensa mata memiliki perbedaan kelengkungan pada permukaanya. Pada mata normal, permukaan lensa mata ke semua arah, sedangkan saat terjadi gejala mata silinder, kornea atau lensa mata cenderung dalam atau tidak cembung sempurna. Pembiasan yang masuk ke dalam mata pun tidak pada satu titik fokus sehingga penglihatan menjadi terbayang dan tidak jelas.

Tanda dan gejala paling umum yang dirasakan penderita mata silinder adalah penglihatan kabur atau berbayang. Penderita menjadi sering memicingkan mata ketika melihat jauh maupun dekat. Selain itu, penderita biasanya mengeluh kesulitan membaca tulisan yang kecil. Sakit kepala, mata tegang, dan lelah setelah membaca atau memakai komputer adalah beberapa keluhan yang mungkin muncul jika kondisi ini tidak diobati. Pada gangguan mata silinder yang ringan, gangguan penglihatan mungkin tidak terjadi secara signifikan.

Bagaimana pengobatan astigmatisma ? Penderita mata silinder yang tidak segera diobati akan sering mengeluhkan sakit kepala dan kelelahan mata akibat penglihatannya yang semakin menurun dan kabur saat melihat benda yang berada dalam jarak dekat maupun jauh. Beberapa cara berikut bisa dilakukan untuk memperbaiki penglihatan yang terganggu akibat mata silinder :

  1. Memakai kacamata

Memakai kacamata yang menggunakan lensa yang didesain khusus merupakan cara paling mudah untuk mengoreksi penglihatan kabur atau berbayang akibat mata silinder.

Pengobatan Astigmatisma

Pengobatan Astigmatisma

  1. Memakai lensa kontak

Pada prinsipnya penggunaan lensa kontak sama seperti menggunakan kacamata. Pemilihan antara menggunakan kacamata atau lensa kontak tergantung pada selera penderita. Agar tidak salah pilih, sebelumnya haru berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis mata.

  1. Operasi LASIK

Melalui prosedur ini, bentuk kornea dapat diubah menjadi lebih baik dengan menggunakan laser. Operasi dilakukan dengan membuka lapisan permukaan kornea (flap) menggunakan alat khusus yang disebut keratom, kemudian laser digunakan untuk mengubah bentuk lapisan kornea di bawah lapisan yang dibuka tadi, setelah selesai Flap ditutup kembali.

  1. Operasi LASEK

Prosedur ini hampir sama dengan LASIK, namun flap dibuat lebih tipis, yaitu hanya setebal lapisan epitel. Apabila anda mempunyai penyakit mata silinder dan ingin memperbaikinya, segera konsultasi dengan dokter spesialis mata untuk menentukan prosedur terapi mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Pengobatan Astigmatisma Tradisional

Selain dengan pengobatan astigmatisma diatas, pengobatan astigmatisma juga dapat diobati secara alami, antara lain sebagai berikut :

  1. Keben

Cara pengobatan astigmatisma dengan buah keben. Keben atau Barringtonia asiatica Kurz adalah tanaman yang berasal dari Papua (Irian). Di papua buah keben disebut rabon pi Keben merupakan pohon berkayu lunak, berdiameter sekitar 50 cm dengan ketinggian 4 hingga 16 meter. Biji dan buah keben inilah yang dapat digunakan sebagai tetes mata.

  1. Kitolod

Kitolod dapat digunakan sebagai pengobatan mata silinder. Orang jawa lebih mengenalnya dengan sebutan “bunga kintolo”. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di sawah, ladang maupun di semak-semak. Bentuknya panjang, warnanya putih mirip bunga melati. Kitolod dapat digunakan sebagai pengobatan astigmatisma serta berbagai penyakit pada mata lainnya seperti katarak.

  1. Daun Sirih

Daun sirih dapat digunakan sebagai bahan ramuan untuk pengobatan astigmatisma. Daun sirih memiliki banyak khasiat untuk mencegah gangguan kesehatan dan mengobati penyakit. Tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas ini juga bisa digunakan untuk pengobatan mata silinder. Daun sirih mengandung minyak atsiri, yaitu kadinen, kavikol, sineol, eugenol, dan karvakol. Minyak atsiri dari daun sirih ini mengandung seskuiterpen, pati, diatase, gula, dan zat samak yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi, dan antijamur. Kandungan zat antiseptik pada seluruh bagiannya bisa mengangkat kotoran di mata dan mengurangi mata pedih.

  1. Menggunakan Suplemen Mata

Pengobatan astigmatisma dengan menggunakan suplemen mata. Penyakit Mata Silinder bisa juga disebabkan kurang zat atau gizi yang di konsumsi oleh mata kita. Oleh karena itu untuk menyembuhkan astigamatisme, salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi suplemen mata yang bagus untuk mata. Salah satu suplemen mata terbaik adalah S.Lutena (Super Lutein).

Pengobatan astigmatisma dengan S.Lutena terbukti AMPUH dan tanpa menimbulkan efeksamping. S Lutena adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya. S-Lutena merupakan suplemen gizi yang banyak mengandung karotenoid (β-karoten) yang manfaatnya sebanding dengan makan sayuran yang berwarna merah, kuning, oranye, dan berdaun hijau gelap. 5 karotenoid lainnya juga terdapat dalam Super Lutein.

S-Lutena sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi, Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Pengobatan Astigmatisma

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Mata Astigmatisma

Gejala Mata Astigmatisma

 

Gejala Mata Astigmatisma – Astigmatisme adalah kesalahan bias pada mata yang terjadi akibat kornea atau lensa pada bagian dalam mata tidak melengkung dengan halus. Astigmatisme adalah kondisi yang umum, namun dapat menyebabkan pandangan kabur.

Astigmatisme umum ditemui. Kondisi ini sering kali muncul sejak lahir dan dapat disertai rabun jauh atau rabun dekat. Astigmatisme dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko.

Penyebab Astigmatisme

Astigmatisme disebabkan karena lensa atau kornea yang tidak mulus mengakibatkan cahaya yang masuk ke mata, menjadi tidak fokus ketika diteruskan ke retina. Oleh karena itu, pandangan yang dihasilkan menjadi buram.

Berdasarkan letak kerusakannya, astigmatisme dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Astigmatisme yang disebabkan oleh cacat pada kornea mata disebut astigmatisme korneal, sementara yang disebabkan oleh cacat pada lensa mata disebut astigmatisme lentikular.

Gejala Mata Astigmatisma

Gejala Mata Astigmatisma

Sedangkan berdasarkan jenis kerusakannya, terdapat dua jenis astigmatisme, yaitu regular dan irregular. Astigmatisme regular adalah ketika satu sisi kornea mata lebih melengkung dari sisi lainnya. Kondisi ini merupakan kondisi yang paling umum ditemui dan bisa diobati dengan menggunakan bantuan kaca mata atau lensa mata. Astigmatisme irregular adalah ketika kornea mata tidak rata tidak hanya di satu sisi, tetapi di seluruh permukaan kornea. Kondisi ini umumnya dipicu oleh cedera yang meninggalkan luka pada kornea. Kondisi ini bisa diobati dengan menggunakan bantuan contact lens, tapi tidak dengan kaca mata.

Kasus astigmatisme umumnya muncul sejak lahir, walau penyebab pasti kenapa kondisi ini muncul masih belum diketahui. Terdapat asumsi bahwa astigmatisme bersifat keturunan di dalam keluarga. Kondisi ini juga lebih banyak ditemukan pada bayi dengan berat badan rendah atau lahir prematur.

Beberapa penyebab yang dapat menyebabkan astigmatisme:

  • Komplikasi akibat operasi mata.
  • Cedera pada kornea akibat infeksi.
  • Kondisi pada kelopak mata yang mengganggu struktur kornea. Misalnya terdapat benjolan pada kelopak mata yang menekan kornea.
  • Keratoconus dan keratoglobus, kondisi di mana kornea dapat berubah bentuk, baik mengggembung atau menipis.
  • Kondisi mata lainnya yang mempengaruhi kornea atau lensa.

Penyakit rabun (hipermetropi/hiperopia) atau rabun jauh (miopia) dapat menyertai astigmatisme.

Gejala Mata Astigmatisma

Nah, apabila Anda sudah pernah mengalami beberapa gejala awal mata silinder di bawah ini, sebaiknya Anda segera memeriksakan mata ke Dokter supaya bisa diketahui secara pasti keluhan mata apa yang Anda alami. Sesudah diketahui, maka bisa ditentukan bagaimana penanganannya.

Berikut adalah gejala – gejala mata astigmatisma yang mungkin Anda alami :

  1. Penglihatan Berbayang atau Buram

Entah jarang atau sedikit, penglihatan yang kabur dan Anda juga mengeluh bahwa bagian kepala kerap sakit atau terjadi asthenopia yang dialami sehabis mengenakan lensa yang hampir dekat dengan koreksi tinggi astigmatis, maka Anda jangan ragu untuk memeriksakan mata. Keluhan seperti ini biasanya timbul karena akomodasi di mana akomodasi tak punya kemampuan untuk memberikan power cylinder, jadi astigmatism tinggi pun tak tertolong untuk mengoreksi keburaman penglihatan. Ketidaknyamanan akan muncul ketika adanya sisa astigmatism karena astigmatism tak dapat dinetralisir seluruhnya.

  1. Sudut Penglihatan Menyempit

Jika Anda pernah tahu tentang penderita myopia, maka ini menjadi salah satu gejalanya di mana sudut pandang mata akan meneympit. Otomatis penderita akan memiliki kebiasaan menyipitkan mata tak hanya ketika melihat jauh, tapi juga saat melihat dekat.

  1. Memutar Kepala untuk Penglihatan Lebih Jelas

Gejala maupun ciri yang terlihat selanjutnya adalah penderita akan kerap memutar-mutar kepalanya dengan tujuan supaya bisa melihat lebih jelas. Ini bisa menjadi tanda bahwa astigmatism tinggi diderita oleh orang tersebut.

  1. Memiringkan Kepala

Penderita astigmatism tinggi akan sering memiringkan kepala. Hanya saja, ini akan terjadi pada orang yang menderita astigmatism oblik yang tinggi.

  1. Membaca Lebih Dekat

Seperti pada kondisi orang yang mengalami mata minus atau myopia, gejala mata silinder atau astigmatism tinggi adalah membaca terlalu dekat. Anda akan kesulitan melihat tulisan yang agak jauh dari mata sehingga bacaan harus dipegang lebih mendekat ke mata agar jelas.

  1. Mata Cepat Lelah

Anda berkemungkinan positif mengidap mata silinder atau astigmatism, terutama astigmatism rendah, ketika Anda melakukan pekerjaan membutuhkan ketelitian tinggi. Pekerjaan dengan jarak fiksasi akan membuat mata akan terasa capek dengan cepat meski setelah pekerjaan selesai, mata akan terasa enteng.

  1. Penglihatan Buram saat Melihat Dekat

Kesannya seperti gejala dari mata plus karena penglihatan mengabur saat melihat jarak dekat. Hal ini biasanya akan dikurangi dengan cara mengucek mata atau dengan menutup mata seperti kasus hypermetropia. Gejala seperti ini pun akan muncul bagi ayng mengalami hypermetropia pada level rendah. Pada umumnya, penderita astigmatism yang rendah tak akan mengekspresikan segala gejala maupun keluhan apabila tidak menggunakan mata untuk bekerja secara ekstrim yang menyebabkan keletihan yang tinggi.

  1. Sakit Kepala

Jika terjadi pengaburan pada penglihatan, otomatis sakit kepala akan menjadi efeknya yang sudah sangat jelas. Hanya saja, sakit kepala yang dirasakan penderita adalah khusus di bagian depan atau frontal.

  1. Sulit Fokus

Karena penglihatan berbayang, maka kepala akan terasa sakit dan akhirnya pun akan menjadi sulit untuk fokus, terutama saat mencoba fokus untuk melihat sebuah benda tertentu. Pada anak-anak, mata silinder akan membuat mereka sulit untuk memfokuskan pandangan pada garis dan kata-kata yang tercetak di bacaannya.

  1. Ketegangan Mata

Karena mata berkondisi lelah dan juga disertai dengan kepala yang sakit, mata pun akhirnya juga merasakan ketegangan.

  1. Tak Dapat Melihat Cahaya

Cahaya yang mengenai mata langsung akan terlalu mengganggu untuk para penderita mata silinder dan salah satu contoh situasinya adalah merasa terlalu silau ketika berkendara di malam hari. Selain itu, seseorang yang menderita mata silinder akan sulit melihat cahaya dalam bentuk apapun dalam waktu yang lama. Cahaya sendiri tak baik untuk mata karena bisa mengakibatkan terkena radiasi yang bisa memperburuk kesehatan mata.

Itulah 11 Gejala Mata Astigmatisma yang harus Anda ketahui. Jika Anda merasakan salah satu dari gejala diatas sebaiknya segera periksaan ke dokter. Semoga bermanfaat…

Gejala Mata Astigmatisma

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Vitamin Untuk Mata Silinder

Vitamin Untuk Mata Silinder

 

Vitamin Untuk Mata Silinder – Mata silinder atau astigmatisme terjadi saat lensa mata atau kornea tidak melengkung sempurna. Hal yang sama juga menyebabkan beberapa kondisi lain seperti rabun jauh dan rabun dekat.

Oleh karena itu, orang yang mengalami mata silinder punya kemungkinan besar untuk mengalami gangguan mata lain seperti mata minus atau plus. Untuk membedakannya, kenali ciri-ciri mata silinder berikut.

Apa Saja Ciri-ciri Mata Silinder?

Tiap orang dapat mengalami gejala astigmatisme yang berbeda. Di mana tingkat astigmatisme yang rendah mungkin tidak terdeteksi sama sekali. Namun, secara umum, mata silinder dapat ditandai dengan beberapa kondisi seperti :

  • Penglihatan menjadi kabur dan tidak fokus baik dalam jarak dekat maupun jauh
  • Bentuk benda yang terlihat juga tidak seperti seharusnya
  • Mata terasa lelah dan tegang terutama setelah melakukan kegiatan yang membutuhkan mata fokus dalam jangka waktu lama. Misalnya saat menggunakan komputer atau membaca
  • Sering memincingkan mata
  • Sakit kepala
  • Sulit melihat di malam hari.
  • Iritasi mata

Ada kemungkinan bahwa ciri-ciri di atas bukan mata silinder. Namun bila kamu mengalaminya, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter mata atau optik terpercaya agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Penyebab Mata Silinder

Astigmatisme disebabkan karena lensa atau kornea yang tidak mulus mengakibatkan cahaya yang masuk ke mata, menjadi tidak fokus ketika diteruskan ke retina. Oleh karena itu, pandangan yang dihasilkan menjadi buram.

Berdasarkan letak kerusakannya, astigmatisme dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Astigmatisme yang disebabkan oleh cacat pada kornea mata disebut astigmatisme korneal, sementara yang disebabkan oleh cacat pada lensa mata disebut astigmatisme lentikular.

Sedangkan berdasarkan jenis kerusakannya, terdapat dua jenis astigmatisme, yaitu regular dan irregular. Astigmatisme regular adalah ketika satu sisi kornea mata lebih melengkung dari sisi lainnya. Kondisi ini merupakan kondisi yang paling umum ditemui dan bisa diobati dengan menggunakan bantuan kaca mata atau lensa mata. Astigmatisme irregular adalah ketika kornea mata tidak rata tidak hanya di satu sisi, tetapi di seluruh permukaan kornea. Kondisi ini umumnya dipicu oleh cedera yang meninggalkan luka pada kornea. Kondisi ini bisa diobati dengan menggunakan bantuan contact lens, tapi tidak dengan kacamata.

Kasus astigmatisme umumnya muncul sejak lahir, walau penyebab pasti kenapa kondisi ini muncul masih belum diketahui. Terdapat asumsi bahwa astigmatisme bersifat keturunan di dalam keluarga. Kondisi ini juga lebih banyak ditemukan pada bayi dengan berat badan rendah atau lahir prematur.

Vitamin Untuk Mata Silinder

Jika Anda ingin mengobati mata silinder Anda secara alami tanpa efek samping kami punya solusinya. Obat mata minus ampuh dari Jepang S-Lutena. S-Lutena kaya akan lutein dan zeaxanthin. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam super lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Apa itu S Lutena ?

S.Lutena Naturally Plus atau dikenal juga dengan nama Super Lutein adalah suplemen kesehatan bertaraf internasional yang sangat laris dan terkenal di dunia. SLutena untuk mata hadir sebagai sebuah solusi terbaik obat mata yang menyelaraskan kebutuhan lutein harian tubuh kita yang diyakini sebagai anti oksidan pelindung mata Kita.

Vitamin Untuk Mata Silinder

Vitamin Untuk Mata Silinder

Vitamin Untuk Mata Silinder – SLutena adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya. Produk ini juga sangat terkenal dan banyak di gunakan di hampir seluruh negara di dunia. SLutena untuk mata sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Vitamin Untuk Mata Silinder – S Lutena memiliki kandungan nutrisi buah dan sayuran paling lengkap untuk membantu mengatasi berbagai macam penyakit sekaligus menjaga kesehatan. SLutena Untuk Mata adalah suplemen keseharian hasil dari ekstrak sayuran berwarna cerah & terdiri dari 6 macam karoteniod yang mencakup keseluruhan zat makanan yang dibutuhkan tubuh. S-Lutena mengandung Vit E, B, dan DHA. Suplemen SLutena ini merupakan pilihan terbaik bagi masyarakat modern yang ingin menjaga kesehatan mata dan keseimbangan nutrisi setiap hari.

Vitamin Untuk Mata Silinder – S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S-Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S-Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

Vitamin Untuk Mata Silinder – Lutein adalah nutrisi penting bagi manusia tetapi tidak dapat mensintesis dalam tubuh manusia. Terlepas dari hasil yang baik untuk mata manusia, S-Lutena juga menunjukkan hasil yang sangat baik untuk, uterus kulit, hati, darah, kepala ginjal, dan perut. Lutein adalah jenis karoten yang disimpan dalam mata Anda. Kubis, yang sering digunakan untuk “jus hijau”, bayam, brokoli, dan sayuran berwarna merah, kuning, oranye dan hijau banyak terdapat dalam lutein.

“Kandungan lutein dalam bayam (per 100g takaran saji) 10.20mg”

 Berikut adalah 3 manfaat lutein untuk kesehatan mata dan fungsi penglihatan:

  • Lutein Melindungi Fungsi Penglihatan
  • Mencegah Katarak
  • Memperkuat Retina

Manfaat S Lutena Untuk Mata

  • Mampu meningkatkan penglihatan
  • Mampu memperbaiki rabun senja
  • Mampu memperbaiki rabun jauh/dekat
  • Mampu memperbaiki astigmatisme (silinder)
  • Mampu memperbaiki katarak
  • Mampu memperbaiki “floaters”
  • Mampu meningkatkan mutasi makula lutea
  • Dapat menyembuhkan penglihatan orang buta

Mengapa harus SLutena ? Peranan dan Manfaat S.Lutena untuk mata dapat membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit mata dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam S-Lutena yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh. S Lutena Untuk Mata ini merupakan pilihan terbaik bagi masyarakat modern yang ingin menjaga kesehatan mata dan keseimbangan nutrisi setiap hari.

S Lutena Untuk Mata Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, Super Lutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, Super Lutein akan diserap oleh mata.

Khasiat lain dari S Lutena Vitamin untuk Mata Silinder adalah ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi, Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

 

Vitamin Untuk Mata Silinder

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Mata Silinder Pada Remaja

Mata Silinder Pada Remaja

 

Mata Silinder Pada Remaja – Gangguan mata silinder atau dikenal sebagai astigmatisma merupakan gangguan mata yang mana bentuk kornea dan lensa mata membentuk lingkungan yang tidak sama, sehingga ada bayangan horizontal dan vertikal. Penglihatan seringkali menjadi kabur.

Mata silinder berbeda  dengan mata miopi dimana  terjadi penurunan kemampuan mata untuk menangkap obyek pandang. Mata silinder umumnya terjadi kaburnya pandangan terutama obyek cahaya lampu, dan melengkungkan obyek garis lurus.

Penderita mata silinder umumnya hanya mengenai salah satu mata saja, kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja pada semua usia, namun kecendrungan paling banyak pada usia remaja dan ketika memasuki usia dewasa muda tingkat minus dari lensa silinder dapat menurun atau justru meningkat, tergantung dari pemeliharaan kesehatan mata dan bertambahnya usia.

Apa Saja Ciri-ciri Mata Silinder Pada Remaja ?

Tiap orang dapat mengalami gejala astigmatisme yang berbeda. Di mana tingkat astigmatisme yang rendah mungkin tidak terdeteksi sama sekali. Namun, secara umum, mata silinder dapat ditandai dengan beberapa kondisi seperti

  • Penglihatan menjadi kabur dan tidak fokus baik dalam jarak dekat maupun jauh
  • Bentuk benda yang terlihat juga tidak seperti seharusnya
  • Mata terasa lelah dan tegang terutama setelah melakukan kegiatan yang membutuhkan mata fokus dalam jangka waktu lama. Misalnya saat menggunakan komputer atau membaca
  • Sering memincingkan mata
  • Sakit kepala
  • Sulit melihat di malam hari.
  • Iritasi mata

Ada kemungkinan bahwa ciri-ciri di atas bukan mata silinder. Namun bila kamu mengalaminya, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter mata atau optik terpercaya agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Apa Penyebab Mata Silinder Pada Remaja ?

Tahukah Anda, bahwa mata kita memiliki beberapa bagian yang berperan penting agar mata bisa melihat dengan baik. Salah satunya adalah sistem optik mata yang terdiri dari kornea dan lensa. Keduanya berperan dalam membuat cahaya yang masuk terfokus membentuk gambar yang sempurna di retina.

Mata Silinder Pada Remaja

Mata Silinder Pada Remaja

Lapisan kornea mata memiliki karakteristik yaitu membentuk multi lengkungan yang tersusun secara sistematik dan terdiri atas jaringan kolagen yang mempunyai indeks bias cahaya yang cukup tinggi. Sedangkan karakteristik alamiah lensa mata adalah bentuk lensa mata yang cembung dan dapat berubah sesuai kebutuhan pembiasan cahaya yang diterima yang disebut dengan akomodasi mata.

Pada penderita mata silinder, kornea dan atau lensa mata mengalami ketidaksempurnaan bentuk sehingga cahaya yang masuk dari kornea tidak difokuskan pada satu titik di retina akibatnya membuat penglihatan menjadi kabur.

Hal-hal yang bisa menyebabkan ketidaksempurnaan ini, kemudian kita identifikasi sebagai faktor penyebab mata silinder, antara lain:

  • Faktor Keturunan

Merupakan salah satu penyebab utama timbulnya suatu jenis penyakit, termasuk mata silinder ini. Penelitian yang telah dilakukan menyebutkan bahwa kebanyakan penderita mata silinder memiliki faktor keturunan pada keluarganya yang pernah atau sedang menggunakan kacamata silinder.

  • Radiasi cahaya

Kebiasaan buruk sering menggunakan mata melebihi kemampuannya, yaitu dengan memaksa mata untuk tetap aktif melihat padahal mata anda telah memberi suatu respon untuk beristirahat, dapat menjadi penyebab awal mata silinder, terutama akibat radiasi cahaya yang ditimbulkan dari sinar radiasi TV, cahaya monitor komputer. Penyebab mata silinder lainnya yang sering tidak disadari antara lain; membaca dalam pencahayaan yang lebih atau kurang terang, membaca sambil tiduran, ataupun waktu istirahat mata yang kurang akibat sering begadang.

  • Penyakit mata tertentu

Beberapa penyakit tertentu yang dapat menimbulkan pembengkakan, penipisan atau perubahan bentuk pada kornea seperti, Keratoconus / kornea yang membentuk kerucut, Infeksi yang mengakibatkan jaringan parut pada kornea, Ptosis atau kelopak mata yang menggantung, sering bisulan di sekitar area kelopak mata, pasca operasi mata, pasca trauma dari suatu kecelakaan yang mengenai mata dapat menjadi penyebab mata silinder.

  • Kekurangan asupan vitamin penting

Vitamin sangat dibutuhkan oleh tubuh, termasuk indera penglihatan kita. Mata sebagai salah satu indera tubuh yang sangat penting memerlukan vitamin A untuk menjaga kesehatannya. Selain itu asupan nutrisi, protein dan lemak yang seimbang juga tidak kalah penting bagi kornea mata.

Obat Mata Silinder1Untuk meningkatkan kesehatan mata dan untuk mencegah dan mengatasi mata silinder pada remaja, sebaiknya sering mengasup makanan yang mengandung antioksidan untuk memperbaiki kerusakan pada jaringan mata. Yang juga tak kalah penting adalah beristirahat, termasuk mengurangi paparan pemakaian gadget untuk menghindari terjadinya mata silinder pada remaja.

Selain dengan cara tersebut, Anda juga bisa mengatasi mata minus dengan mengkonsumsi suplemen yang baik untuk mata. Ada banyak suplemen mata yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen mata S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah berbagai macam penyak it mata dan penyakit kronis lainnya. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Tidak hanya baik untuk mata S.Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Mata Silinder Pada Remaja

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Astigmatisma Bisa Sembuh

Astigmatisma Bisa Sembuh

 

Astigmatisma Bisa Sembuh – Astigmatisma Mata adalah kondisi mata yang sering terjadi dan biasanya dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak, atau operasi. Silindris disebabkan oleh mata yang tidak benar-benar bulat sempurna dan terjadi hampir di semua orang. Untuk masalah penglihatan karena silindris, penggunaan kacamata, lensa kontak, dan prosedur koreksi pengelihatan lainnya dapat menjadi tatalaksana untuk kasus ini.

Astigmatisma Bisa Sembuh

Astigmatisma Bisa Sembuh

Mata seseorang secara alami berbentuk seperti bola. Dalam keadaan normal, ketika cahaya memasuki mata, cahaya akan membias, atau membelok secara rata dan terarah untuk menciptakan pandangan yang jelas dari objek. Namun, mata seseorang dengan mata silinder berbentuk tidak bulat sempurna, atau bisa jadi permukaannya seperti bola sepak bola yang tidak terlalu rata, atau supaya mudah dibayangkan, katakanlah seperti bagian belakang sendok. Pada orang mata silinder, ketika cahaya memasuki mata, cahaya akan dibiaskan lebih dari satu arah, sehingga hanya sebagian objek mampu difokuskan bersamaan. Benda pada jarak tertentu dapat muncul secara kabur dan bergelombang, bahkan penderita tidak mampu melihat garis lurus.

Apa penyebab astigmatisma mata ?

Astigmatisme disebabkan karena lensa atau kornea yang tidak mulus mengakibatkan cahaya yang masuk ke mata, menjadi tidak fokus ketika diteruskan ke retina. Oleh karena itu, pandangan yang dihasilkan menjadi buram.

Berdasarkan letak kerusakannya, astigmatisme dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Astigmatisme yang disebabkan oleh cacat pada kornea mata disebut astigmatisme korneal, sementara yang disebabkan oleh cacat pada lensa mata disebut astigmatisme lentikular.

Sedangkan berdasarkan jenis kerusakannya, terdapat dua jenis astigmatisme, yaitu regular dan irregular. Astigmatisme regular adalah ketika satu sisi kornea mata lebih melengkung dari sisi lainnya. Kondisi ini merupakan kondisi yang paling umum ditemui dan bisa diobati dengan menggunakan bantuan kaca mata atau lensa mata. Astigmatisme irregular adalah ketika kornea mata tidak rata tidak hanya di satu sisi, tetapi di seluruh permukaan kornea. Kondisi ini umumnya dipicu oleh cedera yang meninggalkan luka pada kornea. Kondisi ini bisa diobati dengan menggunakan bantuan contact lens, tapi tidak dengan kaca mata.

Kasus astigmatisma mata umumnya muncul sejak lahir, walau penyebab pasti kenapa kondisi ini muncul masih belum diketahui. Terdapat asumsi bahwa astigmatisme bersifat keturunan di dalam keluarga. Kondisi ini juga lebih banyak ditemukan pada bayi dengan berat badan rendah atau lahir prematur.

Beberapa penyebab yang dapat menyebabkan astigmatisma mata :

  • Komplikasi akibat operasi mata.
  • Cedera pada kornea akibat infeksi.
  • Kondisi pada kelopak mata yang mengganggu struktur kornea. Misalnya terdapat benjolan pada kelopak mata yang menekan kornea.
  • Keratoconus dan keratoglobus, kondisi di mana kornea dapat berubah bentuk, baik mengggembung atau menipis.
  • Kondisi mata lainnya yang mempengaruhi kornea atau lensa.

Penyakit rabun (hipermetropi/hiperopia) atau rabun jauh (miopia) dapat menyertai astigmatisme.

Apa saja gejala mata silinder/astigmatisma mata ?

Orang dengan silindris seringkali tidak menyadari memiliki penglihatan kabur sehingga seringkali berujung pada kelelahan mata. Penderita silindris perlu menjadwalkan pemeriksaan mata jika gejala mulai terasa, seperti objek pengelihatan yang berbayang, pusing, dan mata seringkali lelah setelah melihat jarak dekat maupun jauh.

Apakah astigmatima bisa sembuh ?

Nah salah satu cara termudah untuk membantu mengurangi keluhan pada penderita mata silinder adalah dengan memakai alat bantu kacamata sehingga seseorang yang menderita penyakit silinder bisa melihat lenih jelas. Hal tersebut dikarenakan kacamata mampu membantu agar sinar yang masuk ke mata menjadi dibiaskan pada satu titik fokus dan kemudian objek yang dilihat menjadi jelas.

Namun kemajuan teknologi memberikan harapan dengan melakukan bedah refraktif lasik, yaitu dengan cara merubah kelengkungan yang tidak rata menjadi rata. Untuk itu, Anda dapat membawa anak Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang menawarkan penanganan astigmatisme dengan bedah refraktif lasik. Karena semuanya sangat tergantung dari kondisi mata tiap penderita.

Selain itu anda juga bisa mengkonsumsi suplemen alami untuk astigmatisma guna mengurangi dan menyembuhkan keluhan mata silinder yang anda derita seperti mata minus, penglihatan buram, penglihatan kabur dan lainnya.

Salah satunya adalah suplemen S.Lutena yang sudah terbukti sangat efektif dalam mengatasi berbagai masalah penyakit mata. S Lutena (nama Super Lutein yang digunakan di Indonesia) adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya.  Produk ini juga sangat terkenal dan banyak di gunakan di hampir seluruh negara di dunia.

Obat Mata Silinder1Di Jepang sendiri, S Lutena telah menjadi No.1 produk terlaris 4 tahun berturut-turut, yaitu: 2008, 2009, 2010, dan 2011. Khusus di Malaysia dan Hongkong produk ini masuk kategori obat. S Lutena adalah suplemen gizi yang kaya akan karotenoid (β-karotin) dengan manfaat yang sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna merah, kuning, oranye, serta sayuran berwarna hijau. Produk ini menyediakan suplemen yang tepat untuk mereka yang tidak dapat mengkonsumsi jumlah nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari karena berbagai alasan. Nilai gizi dari produk ini diakui selama jumlah spesifik nilai gizi memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPOM (SI114302971).

S Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Superrlutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

S.Lutena Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, S.Lutena akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, S.Lutena akan diserap oleh mata.

Tidak hanya baik untuk mata, S.Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati dan mengatasi berbagai penyakit krons diantaranya : Darah Tinggi, Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Astigmatisma Bisa Sembuh

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Astigmatisma

Cara Mengatasi Astigmatisma

 

Cara Mengatasi Astigmatisma – Astigmatisma atau mata silinder merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan karena adanya cacat pada lengkungan lensa atau bagian kornea yang disebabkan karena pandangan yang kabur atau terdistorsi. Pada umumnya jenis penyakit mata  ini akan muncul saat lahir. Namun beberapa orang mengalami astigmatisma karena cedera mata yang pernah di alami atau karena adanya komplikasi pasca operasi mata.

Cara Mengatasi Astigmatisma

Cara Mengatasi Astigmatisma

Penyakit yang mengakibatkan ketajaman mata semakin berkurang dalam berbagai jangkauan jarak ini bisa di alami oleh seseorang yang memiliki rabun jauh atau pun rabun dekat. Jika kondisi ini dibiarkan maka astigmatisma bisa memberikan efek sakit kepala dan penyebab mata cepat lelah, apalagi saat menggunakan mata untuk waktu lama. Berikut adalah informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi astigmatisma.

Penyebab Astigmatisma

Berikut adalah beberapa penyebab yang akan mengakibatkan mata terserang astigmatisma:

  • Lensa dan kornea mengalami kelainan

Kondisi astigmatisma ini disebabkan karena bagian lensa atau kornea tidak mulus sehingga mengakibatkan cahaya yang masuk menuju mata tidak dapat fokus saat diteruskan menuju retina. Oleh sebab itu, pandangan yang akan dihasilkan menjadi sangat buram. Berdasarkan letak pada kerusakannya, kondisi ini dibedakan menjadi 2 jenis yaitu yang disebabkan karena cacat pada kornea atau astigmatisma korneal dan selanjutnya astigmatisma karena cacat pada bagian lensa mata atau dinamakan juga astigmatisma lenticular.

  • Komplikasi pasca melakukan operasi mata

Seseorang yang pernah melakukan operasi mata juga biasanya akan sangat bersesiko untuk terkena astigmastisme. Operasi mata biasanya yang akan berhubungan erat dengan bagian lensa atau kornea. Atau operasi katarak yang pernah di lakukan seseorang.

  • Pernah mengalami cedera mata

Cedera yang mengakibatkan kondisi mata terganggu juga bisa mengakibatkan resiko astigmatisma semakin tinggi, misalnya saja cedera karena benturan benda keras. Kerusakan biasanya akan menyerang pada bagian kornea mata akibatnya bagian kornea menjadi terinfeksi. Kondisi pada bagian kelopak mata juga bisa saja mengganggu pada struktur kornea, misalnya saja ada benjolan pada bagian kelopak yang memberikan tekanan pada kornea.

  • Keratoconus dan keratoglobus

Beberapa mata tidak semuanya terlahir normal, ada dari mereka yang lahir dengan kondisi kornea yang berubah bentuk seiring berjalannya waktu. Perubahan tersebut bisa menipis atau pun menggembung. Ini juga akan memicu terjadinya astigmatisma.

  • Rabun dekat dan rabun jauh

Seseorang yang memiliki kelainan penyakit mata hipermetropi atau rabun dekat dan miopia atau rabun jauh juga biasanya akan disertai dengan kondisi astigmatisma. Kondisi ini memang tidak pasti, namun kebanyakan orang akan mengalami double kelainan mata seperti ini.

Cara Mengatasi Astigmatisma

Berikut ini adalah cara mengatasi astigmatisma, antara lain :

  1. Memakai kacamata

Dengan menggunakan lensa yang didesain khusus, kacamata adalah cara paling mudah untuk mengoreksi penglihatan kabur atau berbayang akibat mata silinder atau astigmatisma.

  1. Menggunakan lensa kontak

Prinsip lensa kontak sebenarnya sama dengan kacamata. Pemilihan yang tepat antara kacamata atau lensa kontak sangat tergantung pada selera penderita. Agar tidak salah pilih, pastikan berkonsultasi dengan dokter mata.

  1. Operasi Lasik Mata

Cara mengatasi astigmatisma yaitu dengan cara operasi lasik mata. Cara mengatasi astigmatisma melalui cara ini memang cukup cepat prosesnya, namun operasi ini akan membutuhkan biaya yang mahal. Operasi dilakukan dengan mengembalikan lengkungan mata menjadi normal.

  1. Keben

Cara mengatasi astigmatisma dengan buah keben. Keben atau Barringtonia asiatica Kurz adalah tanaman yang berasal dari Papua (Irian). Biji dan buah keben dapat digunakan sebagai tetes mata.

  1. Kitolod

Kitolod dapat digunakan sebagai cara mengatasi astigmatisma. Orang jawa lebih mengenalnya dengan sebutan “bunga kintolo”. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di sawah, ladang maupun di semak-semak. Bentuknya panjang, warnanya putih mirip bunga melati. Kitolod dapat digunakan sebagai cara mengobati astigmatisma dan minus serta berbagai penyakit pada mata lainnya seperti katarak.

  1. Daun Sirih

Daun sirih dapat digunakan sebagai bahan ramuan untuk cara mengatasi astigmatisma. Daun sirih memiliki banyak khasiat untuk mencegah gangguan kesehatan dan mengobati penyakit. Tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas. Daun sirih mengandung minyak atsiri, yaitu kadinen, kavikol, sineol, eugenol, dan karvakol. Minyak atsiri dari daun sirih ini mengandung seskuiterpen, pati, diatase, gula, dan zat samak yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi, dan antijamur. Kandungan zat antiseptik pada seluruh bagiannya bisa mengangkat kotoran di mata dan mengurangi mata pedih.

  1. Daun Melati

Daun melati juga bisa membantu proses penyembuhan sakit mata secara alami. Mengaplikasikan daun melati sebagai cara mengatasi astigmatisma yaitu dengan mengambil satu genggam daun melati, tumbuk halus, kemudian tempelkan pada dahi. Bila sudah mengering ganti dengan yang baru. Ulangi sampai sembuh.

  1. Menggunakan Suplemen Mata

Cara mengatasi astigmatisma dengan menggunakan suplemen mata. Penyakit Mata Silinder atau astigmatisma bisa juga disebabkan kurang zat atau gizi yang di konsumsi oleh mata kita. Oleh karena itu untuk cara mengobati astigmatisma, salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi suplemen mata yang bagus untuk mata. Salah satu suplemen mata terbaik adalah S.Lutena (Super Lutein).

Obat Mata Silinder1Cara mengatasi astigmatisma dengan S.Lutena terbukti AMPUH dan tanpa menimbulkan efeksamping. S Lutena adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya.

S-Lutena sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Cara Mengatasi Astigmatisma

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Perbedaan Mata Silinder Dan Minus

Perbedaan Mata Silinder Dan Minus

 

Perbedaan Mata Silinder Dan Minus – Apa perbedaan mata silinder dan minus ? Penyakit mata yang secara umum diderita oleh banyak orang adalah mata minus (myopia) dan silinder (astigmatisma). Sebelum melakukan penanganan lebih lanjut, marilah kita memahami terlebih dahulu perbedaan yang mendasar dari mata minus dan mata silinder.

Perbedaan Mata Silinder Dan Minus

Perbedaan Mata Silinder Dan Minus

Perbedaan antara mata minus dan silinder

  1. Penyebab pandangan menjadi kabur

Pada mata minus, penyebab pandangan menjadi kabur adalah kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak bisa fokus. Cahaya yang tidak fokus akhirnya tidak jatuh tepat di retina, melainkan jatuh di depan retina. Akibatnya, pandangan tersebut menjadi tidak jelas atau kabur.

Berbeda dengan mata minus, pada mata silinder pandangan menjadi kabur karena adanya kecacatan bentuk kornea dan kelengungannya yang tidak beraturan. Kelengkungan tersebut dapat mengubah cahaya yang masuk atau membiaskan kembali cahayanya. Akibatnya, cahaya tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depan atau di belakang retina. Dampaknya, mata tidak bisa melihat objek dengan jelas.

  1. Gejalanya

Ketika melihat suatu benda, pandangan penderita mata minus akan terlihat kabur dan kepala terasa pusing. Sedangkan orang dengan mata silinder ketika melihat suatu benda, bukan hanya pandangannya yang kabur dan menyebabkan pusing, tetapi juga berbayang dan bentuk objeknya jadi tidak jelas (misalnya garis lurus jadi tampak miring). Hal ini karena ada pembiasan balik terhadap cahaya oleh kornea.

  1. Penderitanya

Mata minus dan silinder bisa terjadi akibat faktor keturunan. Namun selain faktor keturunan, mata minus dan silinder juga bisa terjadi oleh beberapa hal lain. Dilansir dari Healthline, National Eye Institute menyimpulkan bahwa mata minus sering terjadi pada anak-anak berusia 8-12 tahun. Hal ini terjadi seiring dengan perkembangan bentuk mata.

Jadi, orang dewasa yang punya mata minus, biasanya sudah mempunyai kerusakan mata ini dari kecil. Selain itu, kondisi kesehatan juga bisa mengakibatkan terjadinya mata minus, misalnya diabetes.

Sedangkan mata silinder biasanya terjadi akibat lanjutan kerusakan mata minus yang parah, operasi pengangkatan katarak, dan juga menderita keratoconus (degenerasi kornea).

  1. Lensa yang digunakan

Untuk mengatasi mata minus, kacamata yang digunakan harus memiliki lensa cekung atau lensa negatif. Lensa cekung membantu memperkecil kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya dapat terfokus dan jatuh tepat di retina. Sedangkan mata silinder dapat diatasi dengan kacamata yang berlensa silinder. Lensa silinder membantu menyatukan beberapa bayangan akibat pembiasan menjadi satu bayangan sehingga pandangan tidak lagi kabur.

  1. Kondisi kerusakan mata

Walaupun mata minus dapat diatasi dengan menggunakan kacamata atau kotak lensa. Namun, kondisi minus mata dapat bertambah sampai penderita berusia 18 atau 20 tahun. Hal ini bisa terjadi karena penderitanya tidak menjaga kesehatan mata, misalnya terlalu sering menatap layar komputer atau ponsel.

Sedangkan mata silinder cenderung tidak akan bertambah bila penderitanya menggunakan kacamata atau lensa kotak yang sesuai ukuran. Jadi, jika penderita silinder diberikan kacamata atau lensa kontak yang tepat maka ukuran silindernya tidak akan bertambah.

  1. Pengobatannya

Mata minus dan silinder dapat diobati dengan melakukan operasi refraktif atau operasi laser mata. Operasi ini dapat mengobati kedua penyakit mata tersebut secara permanen.

Namun, pada mata silinder dapat dilakukan pengobatan lain, yaitu ortokeratologi (penggunaan lensa kontak kaku) untuk memperbaiki kelengkungan bentuk kornea yang tidak teratur.

Itulah perbedaan mata silinder dan mata minus. Untuk meningkatkan kesehatan mata dan untuk mencegah mata silinder dan minus, sebaiknya sering mengasup makanan yang mengandung antioksidan untuk memperbaiki kerusakan pada jaringan mata. Yang juga tak kalah penting adalah beristirahat, termasuk mengurangi paparan pemakaian gadget untuk menghindari terjadinya mata silinder dan minus.

Penyakit Mata Silinder dan Mata Minus bisa juga disebabkan kurang zat atau gizi yang di konsumsi oleh mata kita. Salah satu suplemen mata terbaik adalah S Lutena (Super Lutein). Cara mengobati mata silinder ini terbukti ampuh dan tanpa menimbulkan efeksamping. S-Lutena merupakan suplemen gizi yang banyak mengandung karotenoid (β-karoten) yang manfaatnya sebanding dengan makan sayuran yang berwarna merah, kuning, oranye, dan berdaun hijau gelap. 5 karotenoid lainnya juga terdapat dalam Super Lutein.

S-Lutena sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Perbedaan Mata Silinder Dan Minus

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Mata Silinder Bisa Sembuh Atau Tidak ?

Mata Silinder Bisa Sembuh Atau Tidak ?

Mata Silinder Bisa Sembuh Atau Tidak ? Mata silinder atau dalam istilah medis sering disebut dengan astigmatisma adalah masalah pada mata karena bentuk mata Anda tidak benar-benar bulat. Bola mata yang normal berbentuk seperti bola yang bulat sempurna. Sehingga, saat cahaya datang ke mata, cahaya tersebut akan tersebar merata dan memberikan Anda penglihatan yang jelas.

Mata Silinder Bisa Sembuh Atau Tidak ?

Mata Silinder Bisa Sembuh Atau Tidak ?

Namun, pada mata yang tidak bulat sempurna, cahaya tidak tersebar merata di seluruh bagian mata. Sehingga, penglihatan Anda bisa menjadi agak buram dan tidak fokus. Ini mengapa orang yang punya mata silinder biasanya akan mengalami masalah penglihatan buram.

Penyebab Astigmatisme

Astigmatisme disebabkan karena lensa atau kornea yang tidak mulus mengakibatkan cahaya yang masuk ke mata, menjadi tidak fokus ketika diteruskan ke retina. Oleh karena itu, pandangan yang dihasilkan menjadi buram.

Berdasarkan letak kerusakannya, astigmatisme dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Astigmatisme yang disebabkan oleh cacat pada kornea mata disebut astigmatisme korneal, sementara yang disebabkan oleh cacat pada lensa mata disebut astigmatisme lentikular.

Sedangkan berdasarkan jenis kerusakannya, terdapat dua jenis astigmatisme, yaitu regular dan irregular. Astigmatisme regular adalah ketika satu sisi kornea mata lebih melengkung dari sisi lainnya. Kondisi ini merupakan kondisi yang paling umum ditemui dan bisa diobati dengan menggunakan bantuan kaca mata atau lensa mata. Astigmatisme irregular adalah ketika kornea mata tidak rata tidak hanya di satu sisi, tetapi di seluruh permukaan kornea. Kondisi ini umumnya dipicu oleh cedera yang meninggalkan luka pada kornea. Kondisi ini bisa diobati dengan menggunakan bantuan contact lens, tapi tidak dengan kaca mata.

Kasus astigmatisme umumnya muncul sejak lahir, walau penyebab pasti kenapa kondisi ini muncul masih belum diketahui. Terdapat asumsi bahwa astigmatisme bersifat keturunan di dalam keluarga. Kondisi ini juga lebih banyak ditemukan pada bayi dengan berat badan rendah atau lahir prematur.

Mata Silinder Bisa Sembuh Atau Tidak ?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata Anda pengobatan apa yang tepat Anda ambil sesuai dengan tingkat keparahan silinder Anda. Biasanya silinder dapat ditangani dengan pemakaian kacamata atau lensa kontak dan juga operasi lasik. Namun, jika silinder masih dalam tingkat yang ringan, mungkin Anda tidak butuh menggunakan alat bantu penglihatan tersebut.

Cara lainnya yang bisa menjadi pilihan Anda untuk menangani mata silinder adalah dengan mengkonsumsi S Lutena. S Lutena (nama Super Lutein yang digunakan di Indonesia) adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya.  Produk ini juga sangat terkenal dan banyak di gunakan di hampir seluruh negara di dunia.

Di Jepang sendiri, S Lutena telah menjadi No.1 produk terlaris 4 tahun berturut-turut, yaitu: 2008, 2009, 2010, dan 2011. Khusus di Malaysia dan Hongkong produk ini masuk kategori obat. S Lutena adalah suplemen gizi yang kaya akan karotenoid (β-karotin) dengan manfaat yang sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna merah, kuning, oranye, serta sayuran berwarna hijau. Produk ini menyediakan suplemen yang tepat untuk mereka yang tidak dapat mengkonsumsi jumlah nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari karena berbagai alasan. Nilai gizi dari produk ini diakui selama jumlah spesifik nilai gizi memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPOM (SI114302971).

S Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Superrlutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

S.Lutena Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, S.Lutena akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, S.Lutena akan diserap oleh mata.

Tidak hanya baik untuk mata, S.Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati dan mengatasi berbagai penyakit krons diantaranya : Darah Tinggi, Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Mata Silinder Bisa Sembuh Atau Tidak ?

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Terapi Mata Silinder Dengan Bahan Alami

Terapi Mata Silinder Dengan Bahan Alami

 

Terapi Mata Silinder – Mata silinder memiliki istilah medis astigmatism. Istilah tersebut mengacu pada kondisi mata yang mengalami penglihatan kabur dan berbayang karena bentuk kornea atau lensa mata tidak cembung sempurna.

Tanda dan gejala paling umum yang dirasakan penderita mata silinder adalah penglihatan kabur atau berbayang. Penderita menjadi sering memicingkan mata ketika melihat jauh maupun dekat. Selain itu, penderita biasanya mengeluh kesulitan membaca tulisan yang kecil. Sakit kepala, mata tegang, dan lelah setelah membaca atau memakai komputer adalah beberapa keluhan yang mungkin muncul jika kondisi ini tidak diobati. Pada gangguan mata silinder yang ringan, gangguan penglihatan mungkin tidak terjadi secara signifikan.

Terapi Mata Silinder Dengan Bahan Alami

Terapi Mata Silinder Dengan Bahan Alami

Sayangnya, jika mata silinder diderita oleh anak-anak, mereka kemungkinan besar  tidak akan menyadarinya. Hal ini mungkin terjadi karena pengetahuan anak-anak mengenai suatu benda belum sempurna. Pada anak-anak, gejala mata silinder dapat berupa sulitnya mereka fokus pada tulisan yang tercetak dalam buku mereka. Mereka juga mungkin akan mengalami sakit kepala, kelelahan, dan ketegangan pada mata.

Terapi Mata Silinder

Teknologi sekarang dengan menggunakan operasi laser sudah bisa membuat mata silinder menjadi normal kembali. Namun demikian daripada kita terkena penyakit mata silinder lebih baik dilakukan pencegahan atau penyembuhan sendiri dengan cara terapi mata silinder. Berikut ini adalah langkah-langkah terapi mata silinder antara lain :

  1. Keben

Terapi mata silinder dengan buah keben. Keben atau Barringtonia asiatica Kurz adalah tanaman yang berasal dari Papua (Irian). Di papua buah keben disebut rabon pi Keben merupakan pohon berkayu lunak, berdiameter sekitar 50 cm dengan ketinggian 4 hingga 16 meter. Biji dan buah keben inilah yang dapat digunakan sebagai tetes mata.

  1. Kitolod

Kitolod dapat digunakan sebagai terapi mata silinder. Orang jawa lebih mengenalnya dengan sebutan “bunga kintolo”. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di sawah, ladang maupun di semak-semak. Bentuknya panjang, warnanya putih mirip bunga melati. Kitolod dapat digunakan sebagai cara mengobati mata silinder dan minus serta berbagai penyakit pada mata lainnya seperti katarak.

  1. Daun Sirih

Daun sirih dapat digunakan sebagai bahan ramuan untuk terapi mata silinder. Daun sirih memiliki banyak khasiat untuk mencegah gangguan kesehatan dan mengobati penyakit. Tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas ini juga bisa digunakan untuk terapi mata silinder. Daun sirih mengandung minyak atsiri, yaitu kadinen, kavikol, sineol, eugenol, dan karvakol. Minyak atsiri dari daun sirih ini mengandung seskuiterpen, pati, diatase, gula, dan zat samak yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi, dan antijamur. Kandungan zat antiseptik pada seluruh bagiannya bisa mengangkat kotoran di mata dan mengurangi mata pedih.

  1. Menggunakan Suplemen Mata

Terapi mata silinder dengan menggunakan suplemen mata. Penyakit Mata Silinder bisa juga disebabkan kurang zat atau gizi yang di konsumsi oleh mata kita. Oleh karena itu untuk menyembuhkan astigamatisme, salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi suplemen mata yang bagus untuk mata. Salah satu suplemen mata terbaik adalah S.Lutena (Super Lutein).

Terapi mata silinder dengan S.Lutena terbukti AMPUH dan tanpa menimbulkan efeksamping. S Lutena adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya. S-Lutena merupakan suplemen gizi yang banyak mengandung karotenoid (β-karoten) yang manfaatnya sebanding dengan makan sayuran yang berwarna merah, kuning, oranye, dan berdaun hijau gelap. 5 karotenoid lainnya juga terdapat dalam Super Lutein.

S-Lutena sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Terapi Mata Silinder Dengan Bahan Alami

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Mata Minus Dan Silinder Secara Alami

Cara Mengatasi Mata Minus Dan Silinder Secara Alami

 

Cara Mengatasi Mata Minus Dan Silinder Secara Alami – Penyakit mata yang secara umum diderita oleh banyak orang adalah mata minus (myopia) dan silinder (astigmatisma). Sebelum melakukan penanganan lebih lanjut, marilah kita memahami terlebih dahulu perbedaan yang mendasar dari mata minus dan mata silinder.

Cara Mengatasi Mata Minus Dan Silinder Secara Alami

Cara Mengatasi Mata Minus Dan Silinder Secara Alami

Mata minus (miopi) adalah penyakit mata dimana ditemukan kasus bahwa kelengkungan kornea yang lebih pendek serta sumbu bola mata yang terlalu panjang.Ini biasanya adalah penyakit turunan dari orangtua atau yang diakibatkan oleh aktifitas penglihatan yang terlalu dekat dan cukup lama,misalnya banyak membaca atau terlalu lama bekerja di depan computer.

Sedangkan astigmatisma (Silinder) adalah kasus dimana kornea antara horizontal dan vertical tidak sama.Ini juga jenis penyakit mata turunan dari orang tua dan juga dipengaruhi gaya hidup yang tidak benar seperti melihat atau membaca dengan keadaan miring/tiduran.Silinder cenderung tidak bertambah seperti pada mata minus bila dijaga dengan menggunakan kacamata yang tepat atau menggunakan lensa kontak.Silinder justru akan bertambah bila kita tidak menggunakan ukuran aslinya. Pada umumnya, sekali diberikan ukuran yang sebenarnya maka silinder akan tetap pada ukuran tersebut.

Cara Mengatasi Mata Minus Dan Silinder Secara Alami

Berikut ini ada 6 Cara Mengatasi Mata Minus Dan Silinder Secara Alami yang bisa anda gunakan :

  1. Daun Sirih

Daun sirih adalah tanaman herbal paling populer di pengobatan tradisional ala Indonesia. Kandungan daun sirih yang bermanfaat bagi kesehatan seperti minyak atsiri sebagai antioksidan, zat antijamur dan zat antiseptik di seluruh bagiannya. Untuk cara mengobati silinder secara alami menggunakan daun sirih ada dua cara. Yang pertama adalah dengan menempelkan daun sirih pada permukaan mata ketiku sedang tidur. Sedangkan yang kedua adalah dengan mencelupkan daun sirih pada air panas dan setelah air menjadi hangat suam, air tersebut digunakan untuk mencuci mata dengan cara mengedip-ngedipkan mata di permukaan air (dirimbang).

  1. Keben

Keben atau Barringtonia asiatica Kurz adalah tanaman yang berasal dari Papua (Irian). Biji dan buah keben inilah yang dapat digunakan sebagai tetes mata untuk obat mata minus. Biji buah keben jika digunakan sebagai obat tetes guna sebagai obat mata minus ternyata dapat menghilangkan secara permanent. Ekstrak biji keben dapat menyegarkan saraf optik mata yang sudah lemah, sehingga mata yang minus dan silindris dapat menjadi normal kembali.

  1. Kitolod

Mengobati mata silinder secara alami dengan kitolod. Orang jawa lebih mengenalnya dengan sebutan “bunga kintolo”. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di sawah, ladang maupun di semak-semak. Bentuknya panjang, warnanya putih mirip bunga melati. Cara Mengatasi Mata Minus Dan Silinder Secara Alami  dengan kitolod adalah :

  • Cabut 3 helai bunga kitolod segar sampai pangkalnya.
  • Masukkan ke dalam mangkok, lalu haluskan dengan sendok makan.
  • Tambahkan dengan 6 sendok makan air yang telah mendidih.
  • Aduk lalu diamkan sampai dingin.
  • Saring dan pisahkan ampasnya.
  • Masukkan air tapisan ke dalam cepuk mata ( gelas perendam mata )
  • Rendam mata sekitar 3 menit sambil dikedip-kedipkan – ulangi sampai 3 ( tiga ) kali.
  • Ulang cara tersebut secara rutin beberapa hari.
  1. Konsumsi Buah Sumber Vitamin C

Semua jenis buah yang mengandung vitamin C dalam jumlah yang tinggi sangat baik untuk cara mencegahnya dan mengobati mata silinder secara alami. Berbagai jenis buah yang sangat disarankan adalah seperti jeruk, stroberi, lemin, anggur, jeruk bali dan markisa. Buah-buahan ini bisa mencegah berbagai jenis kerusakan karena mata karena kurang nutrisi.

  1. Mengkonsumsi Sayuran Hijau

Berbagai jenis sayuran hijau seperti bayam, kangkung, sawi hijau, selada, daun kale dan sayuran lain mengandung lutein dan zeaxanthin yang bisa mencegah katarak dan pembentukan lapisan pada kornea mata. Selain itu, berbagai jenis makanan yang mengandung bahan antioksidan seperti brokoli dan kacang polong juga sangat baik.

  1. Mengkonsumsi Sumber Kacang-Kacangan

Berbagai jenis kacang-kacangan sangat baik untuk memelihara kesehatan mata karena mengandung asam lemak omega 3 dan juga makanan yang mengandung vitamin E. Berbagai jenis kacang-kacangan yang bisa membantu mengobati mata silinder secara alami antara lain adalah almond, kacang pistachio, mete, dan walnut.

Selain dengan cara diatas, cara mengobati mata silinder secara tradisional dapat dilakukan dengan mengkonsumsi suplemen mata S-Lutena. S-Lutena merupakan suplemen gizi yang banyak mengandung karotenoid (β-karoten) yang manfaatnya sebanding dengan makan sayuran yang berwarna merah, kuning, oranye, dan berdaun hijau gelap. 5 karotenoid lainnya juga terdapat dalam S.Lutena.

S-Lutena sangat bagus untuk kesehatan mata secara total, termasuk dapat pengobatan untuk penyakit mata. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam Super Lutein sangat bagus untuk memperbaiki kerusakan sel/saraf mata, dan kandungan DHA juga dapat memaksimalkan dalam mendukung lutein dan zeaxanthin dalam perbaikan gangguan kesehatan pada mata.

Cara Mengatasi Mata Minus Dan Silinder Secara Alami

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment