Katarak Mengganggu Penglihatan

Katarak Mengganggu Penglihatan

Ada bermacam-macam penyakit mata, antara lain kita bahas disini dengan tujuan agar kita mengetahui dan bisa lebih hati-hati menjaga kesehatan mata. Karena disamping jendela hati, mata adalah organ vital kita untuk belajar dan beraktivitas. Dan yang terpenting mata adalah sarana untuk melihat indahnya dunia.

katarak mengganggu penglihatan

katarak mengganggu penglihatan

Katarak adalah bagian belakang lensa mata yang berkabut. Pada katarak yang berkaitan dengan penuaan, jaringan dalam lensa mata mulai rusak dan saling menggumpal, menyebabkan lensa kurang lentur dan transparan. Kabut pada lensa ini memengaruhi pandangan seseorang, membuat penglihatannya semakin samar. Gangguan penglihatan ini dapat sangat menyebalkan saat Anda melakukan kegiatan sehari-hari, memengaruhi kualitas hidup Anda. Terdapat beberapa jenis katarak sehingga terdapat beraneka ragam bentuk masalah penglihatan.

Katarak nuklear adalah katarak yang menyerang pusat lensa, membentuk lensa berkabut berwarna kuning pada mata. Hal ini menyebabkan rabun jauh dan bahkan gambar tampak ganda atau lebih dari satu. Pada akhirnya, katarak kuning menjadi berwarna coklat lebih padat, menyebabkan penderita tidak dapat membedakan berbagai bentuk warna.

Katarak kortikal menyerang tepi luar lensa, berkembang perlahan-lahan menuju ke bagian tengah. Hal ini tanpak sebagai coretan berwarna keputihan di tepi luar lensa. Penderita dengan bentuk katarak ini melihat coretan dalam penglihatannya dan terutama rentan terhadap masalah silau. Katarak subkapsular posterior dimulai dengan area berwarna buram di belakang lensa, sehingga menghalangi cahaya yang memasuki mata. Hal ini menyebabkan masalah seperti lingkaran cahaya ketika melihat sumber cahaya saat malam hari, penurunan penglihatan saat membaca dan penglihatan pada cahaya terang.

Meskipun sebagian besar katarak terkait dengan usia, terdapat faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko terkena katarak. Risiko ini mencakup mereka yang merokok, mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang terlalu berlebihan, pernah mengalami cedera mata atau bedah mata. Orang dengan tekanan darah tinggi, diabetes atau riwayat katarak dalam keluarga juga memiliki risiko perkembangan katarak yang lebih besar. Penggunaan steroid juga berkontribusi pada risiko perkembangan katarak. Dalam beberapa kasus, katarak juga muncul di saat kelahiran.

Katarak biasanya terjadi secara perlahan-laha  dan tidak menyebabkan rasa sakit pada mata. Pada tahap awal kondisi ini hanya mempengaruhi sebagian kecil dari lensa mata dan mungkin tidak akan mempengaruhi pandangan mata. Saat katarak menjadi tumbuh lebih besar dari tahap awal maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan dapat mengganggu masuknya jalan cahaya ke mata. Pada akhirnya pandangan mata menjadi kabur dan mengalami distorsi.

Tanda dan Gejala Katarak

  • Penglihatan berkabut atau samar
  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar cahaya pada malam hari
  • Kepekaan pada kondisi silau
  • Sulit membedakan bentuk warna
  • Melihat gambar ganda atau lebih dari satu
  • Sulit melihat pada malam hari

Penyebab Katarak

1. Usia

Usia adalah salah satu penyebab utama munculnya katarak. Protein lensa Anda akan semakin menurun ketika usia Anda bertambah. Selain faktor tersebut, faktor lingkungan juga dapat menyebabkan katarak.

2. Trauma

Trauma akan mengakibatkan pembengkakan, penebalan, dan munculnya warna putih di serat lensa. Warna putih yang terbentuk pada akhirnya dapat menyebabkan katarak.

3. Genetika

Genetika juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kataraka. Sebab kelainan kromosom mampu mempengaruhi kualitas lensa mata Anda.

4. Penyakit kulit

Beberapa penyakit kulit tertentu mampu mempengaruhi kesehatan lensa mata Anda sepertii dermatitis atopik, ichthyosis, pemfigus, dan eksim.

5. Infeksi

Jenis infeksi tertentu seperti kusta, toksoplasmosis, dan cysticercosis dapat memicu timbulnya katarak. Oleh karena itu apabila Anda mengalaminya, sebaiknya segera obati penyakit tersebut sebelum infeksi penyakit ini menyebar.

6. Diabetes

Diabetes kerap kali dituding menjadi penyakit yang dapat menyebabkan katarak. Sebab enzim aldosa reduktase yang ada di dalam tubuh penderita diabetes mampu memicu timbulnya penyakit katarak.

7. Penggunaan obat tertentu

Ada beberapa jenis obat tertentu yang mampu mempengaruhi penglihatan mata Anda. Obat-obatan seperti kortikosteroid terbukti mampu menyebabkan timbulnya katarak.

Itulah beberapa penyebab munculnya penyakit katarak. Mengetahui penyebab munculnya penyakit ini dapat menjadi cara untuk mencegah penyakit katarak sebelum bertambah parah.

Katarak Mengganggu Penglihatan

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Strabismus Pada Anak

Strabismus Pada Anak

Strabismus atau mata juling adalah suatu kondisi dimana kedua mata tampak tidak searah atau memandang pada dua titik yang berbeda.

Dalam keadaan normal, kedua mata kita bekerja sama dalam memandang suatu obyek. Otak akan memadukan kedua gambar yang dilihat oleh kedua mata tersebut menjadi satu gambaran tiga dimensi yang memberikan persepsi jarak, ukuran dan kedalaman (depth perception).

Ada beberapa jenis strabismus yang bisa kita amati langsung dengan meminta pasien memandang lurus ke depan. Ketika satu mata memandang lurus ke depan maka mata sebelahnya dapat saja memandang ke dalam (esotropia), ke luar (exotropia), ke bawah (hipotropia) atau ke atas (hipertropia). Ini terjadi sekitar 2% pada anak-anak baik laki-laki maupun perempuan.

strabismus pada anak

strabismus pada anak

Bayi dengan strabismus yang berusia enam bulan atau lebih harus dibawa ke dokter spesialis mata anak-anak/pediatrik untuk menghindari resiko terjadinya ambliopia (menurunnya fungsi penglihatan pada satu atau kedua mata).

Bingung melihat mata bayi Anda tidak bergerak secara sinkron atau juling? Jangan panik terlebih dulu, kenali fakta seputar mata bayi strabismus atau juling berikut ini:

  • Dalam bahasa kedokteran, juling disebut strabismus. Di antaranya adalah kurang lebih 5% bayi mengalami strabismus.
  • Secara garis besar, jenis strabismus terbagi 2, yakni strabismus yang terjadi sesekali (intermittent strabismus) dan yang terus menerus (contant strabismus).
  • Bedanya adalah pada penanganannya. Sampai usia 6 bulan, intermittent strabismus merupakan suatu kondisi normal. Bila di atas usia 6 bulan si kecil masih strabismus, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter mata (idealnya, dokter mata ahli strabismus).
  • Umumnya, Anda tidak perlu khawatir. Dengan bertambahnya usia anak, otaknya semakin matang, sehingga sistem kontrol mata pun menjadi normal.
  • Biasanya, penanganannya anak harus menutup satu mata, sehingga hanya mempergunakan 1 mata. Lakukan secara bergantian antara mata yang satu dengan yang lainnya. Namun, kadangkala dibutuhkan kacamata khusus.
  • Jadi, yang diperlukan memang terapi penglihatan (vision therapy). Sebaliknya, untuk contant strabismus, penanganan harus lebih cepat dan agresif. Bila pemakaian penutup 1 mata atau kacamata khusus tidak membantu, solusinya adalah pembedahan.
  • Banyak hal bisa menyebabkan strabismus, yakni faktor genetik, akibat gangguan pada sistem kontrol di otak, atau akibat kelainan syaraf. Namun, bisa juga hal ini terjadi karena gangguan otot atau saraf (meski jarang). Penanganan strabismus memang berbeda, tergantung penyebab dan jenisnya. Sebaiknya, Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis mata subspesialis strabismus.

Bagaimana Mengenali Strabismus?

Sebuah tanda nyata adanya strabismus adalah sebelah mata tidak lurus atau tidak terlihat memandang ke arah yang sama seperti mata sebelahnya. Kadang-kadang anak-anak akan memicingkan/menutup sebelah matanya saat terkena sinar matahari yang terang atau memiringkan kepala mereka agar dapat menggunakan kedua matanya sekaligus.

Anak-anak yang menderita strabismus sejak lahir atau segera sesudahnya, tidak banyak mengeluhkan adanya pandangan ganda. Tetapi anak-anak yang mengeluhkan adanya pandangan ganda harus diperiksa dokter spesialis mata anak dengan seksama. Semua anak seharusnya diperiksa oleh dokter spesialis mata anak sejak dini terutama bila dalam keluarganya ada yang menderita strabismus atau ambliopia.

Bayi dan anak kecil seringkali terlihat juling. Hal ini dapat disebabkan oleh bentuk hidung yang lebar dan rata dengan lipatan kulit kelopak mata yang lebar sehingga membuat mata seakan terlihat tidak searah. Gejala strabismus semu ini akan hilang pada aat anak semakin besar. Seorang dokter spesialis mata anak dapat menjelaskan perbedaan strabismus semu dan strabismus yang sebenarnya.

Penanganan STRABISMUS

Penanganan strabismus dimaksudkan untuk melindungi fungsi penglihatan dan meluruskan mata. Semua penanganan ini dapat ditentukan oleh dokter spesialis mata sesudah memeriksa mata anak tersebut.

  • Kaca Mata

Jika strabismus

disebabkan oleh kelainan refraksi, menggunakan kaca mata untuk menormalkan penglihatan dapat memperbaiki posisi mata.

  • Penutup Mata

Jika anak menderita strabismus dengan ambliopia, dokter akan merekomendasikan untuk melatih mata yang lemah dengan cara menutup mata yang normal dengan plester mata khusus (eye patch). Penggunaan plester mata harus dilakukan sedini mungkin dan mengikuti petunjuk dokter. Sesudah berusia 8 tahun biasanya dianggap terlambat karena penglihatan yang terbaik berkembang sebelum usia 8 tahun. Anak akan memerlukan kunjungan ke dokter spesialis mata secara berkala untuk mengetahui apakah penglihatan binokuler-nya sudah terbentuk seutuhnya. Penutup mata tidak meluruskan mata secara kosmetik.

  • Operasi

Operasi otot yang mengontrol pergerakan mata sering dilakukan agar mata kelihatan lurus. Kadang-kadang sebelum tindakan operasi, anak diberi kaca mata atau penutup mata untuk mendapatkan penglihatan yang terbaik. Anak akan memerlukan kunjungan ke dokter spesialis mata sesudah operasi untuk mengetahui perkembangan dan melanjutkan perawatan. Kadangkala untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna diperlukan lebih dari satu kali tindakan operasi.

Strabismus Pada Anak

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Pengertian Astigmatisma Adalah

Pengertian Astigmatisma Adalah

Pengertian Astigmatisma (cacat mata silindris) adalah ketidaksempurnaan ringan, dan umumnya mudah ditangani, yang terjadi pada kelengkungan mata. Astigmatisma menyebabkan penglihatan seseorang menjadi kabur.

pengertian astigmatisma

pengertian astigmatisma

Kondisi ini terjadi ketika permukaan depan mata (kornea) atau lensa memiliki lengkung permukaan yang tidak sama. Bukannya halus dan sama, kornea atau lensa memiliki beberapa daerah yang datar atau terlalu lengkung. Pengertian Astigmatisma menyebabkan penglihatan kabur pada semua jarak. Kondisi ini bisa merupakan bawaan lahir atau terjadi pada orang yang mengalami rabun jauh atau rabun dekat. Astigmatisma bisa dikoreksi menggunakan kacamata dengan lensa yang sesuai atau pembedahan.

Gejala

Tanda dan gejala astigmatisma termasuk:

-          Penglihatan kabur atau terdistorsi

-          Kelelahan mata

-          Sakit kepala

Pengertian Astigmatisma dapat terjadi sebagai kombinasi dengan kesalahan bias lainnya, yang meliputi:

  1. Rabun jauh (myopia)

Rabun jauh terjadi ketika kornea mata melengkung terlalu banyak atau bentuk bola mata yang lebih panjang dari normal.

Bukannya berfokus tepat pada retina, rabun jauh menyebabkan cahaya terfokus di depan retina sehingga membuat objek yang berada pada jarak jauh tampak kabur.

2. Rabun dekat (hyperopia)

Rabun dekat terjadi ketika kornea melengkung terlalu sedikit atau bola mata berukuran lebih pendek dari normal.

Efek yang ditimbulkan rabun dekat merupakan kebalikan dari rabun jauh.

Pengertian Astigmatisma mungkin merupakan bawaan sejak lahir, terjadi setelah mengalami cedera mata, akibat penyakit atau pembedahan.

Astigmatisma (cacat mata silindris) tidak disebabkan atau diperburuk dengan membaca dalam cahaya kurang, duduk terlalu dekat dengan televisi, atau menyipitkan mata. Pengertian Astigmatisma

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya Astigmatisma yaitu:

  1. Faktor keturunan atau genetika

Pengertian Astigmatisma Faktor keturunan selalu menjadi salah satu penyebab utama timbulnya suatu jenis penyakit, semisalnya mata silinder ini, penderita mata silinder memiliki kemungkinan adanya faktor keturunan dari salah anggota keluarga yang mungkin pernah atau menggunakan kacamata silinder. Namun pada umumnya besarnya turunan mata silinder besar adalah diatas 1,5 diopter ( 1,5 cm ).

2. Radiasi cahaya

Mata sering digunakan lebih dari kemampuannya, sehingga anda memaksa mata untuk tetap aktif melihat padahal mata anda telah memberi suatu respon untuk beristirahat. Kebiasaan buruk yang sering dilakukan dapat menjadi penyebab awal mata silinder, yakni radiasi cahaya yang ditimbulkan dari sinar radiasi TV, cahaya monitor komputer yang tidak dilindungi filter pelindung monitor, membaca dalam pencahayaan yang kurang atau pencahayaan yang lebih, membaca sambil tiduran, waktu istirahat yang kurang, sering begadang dsb. Pengertian Astigmatisma

3. Terkena penyakit mata tertentu, misalnya :

  • Keratoconus / kornea yang membentuk kerucut
  •  Ptosis atau kelopak mata yang menggantung atau kesulitan untuk membuka salah satu kelopak mata
  • Sering bisulan di sekitar area kelopak mata
  • Pasca operasi mata
  • Pasca trauma dari suatu kecelakaan yang mengenai mata

4. Kekurangan asupan vitamin penting

Vitamin sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama mata, karena mata merupakan salah satu indera tubuh yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Asupan nutrisi, protein dan lemak penting bagi kornea mata anda. Karena kornea dan lensa mata memiliki peranan penting dalam penglihatan. Pengertian Astigmatisma

Bagaimana mengatasi astigmatisme?

Cara yang umum digunakan untuk mengatasi mata silinder adalah menggunakan lensa korektif seperti kacamata atau lensa kontak. Namun perlu Anda ketahui bahwa kacamata dan lensa kontak bukanlah cara untuk mengobati astigmatisme. Malah, beberapa pengguna kacamata harus berulang kali ganti kacamata dengan lensa yang lebih tebal karena masalah matanya semakin parah. Pilihan lain untuk mengobati astigmatisme adalah dengan operasi, namun tindakan ini sangat tergantung dari kondisi pasien. Soalnya memang tidak semua pasien yang menderita astigmatis cocok dilakukan operasi. Pengertian Astigmatisma

Astigmatisma terjadi karena kelainan refraksi pada permukaan kornea mata. Kelainan Astigmatisma yang kecil akan memberikan gangguan ketajaman penglihatan ringan, namun dapat menyebabkan sakit kepala, ketegangan pada mata dan kelelahan. Pengertian Astigmatisma

Cara mengoreksi Astigmatisma adalah dengan memberikan lensa silinder. Pasien dapat mengalami kombinasi kelainan Astigmatisma dan myopia (rabun jauh) atau hypermetropia (rabun dekat). Jika hal ini terjadi, dapat diatasi dengan memberikan kombinasi antara lensa spheris dan dan lensa silinder, ditempatkan pada axis/derajat yang sesuai. Pengertian Astigmatisma

Kasus astigmatisma banyak dijumpai pada orang Asia. Silinder tidak dapat disembuhkan selain dengan cara operasi yang dapat dilakukan setelah calon pasien berumur 17 tahun dan tidak punya penyakit mata lainnya. Pengertian Astigmatisma

Pengertian Astigmatisma Adalah

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Mata Silinder Pada Anak

Mata Silinder Pada Anak

Mata Silinder- Mata anak sangat berbeda dengan mata orang dewasa. Mata anak bukanlah bentuk miniatur dari mata orang dewasa. Mata anak terus berkembang hingga dewasa. Semua kelainan yang timbul pada mata anak akan dapat berlanjut hingga dewasa.

Kelainan tersebut sangat beragam, mulai dari kelainan congenital (bawaan lahir) seperti katarak congenital, glaucoma congenital; kelainan anatomi mata baik pada kelopak mata, saluran air mata, kornea iris, lensa dan retina; infeksi dan alergi mata, kelainan saraf mata, tumor mata, kelainan bentuk wajah yang mempengaruhi mata, trauma atau adanya kelainan/gangguan sistemik pada anak yang mempengaruhi fungsi mata hingga gangguan refraksi mata seperti mata minus, mata plus, mata silinder, mata malas hingga juling.

Oleh karena itu, deteksi dini adanya kelainan atau gangguan pada fungsi perkembangan penglihatan mata anak sangat perlu dilakukan bahkan sejak awal kelahirannya.

Mata silinder atau astigmatisme (medis) adalah sebuah kondisi dimana bentuk permukaan mata yang disebut kornea atau lensa mata yang terletak lebih dalam, memiliki perbedaan kelengkungan pada permukaannya. Mata normal akan memiliki permukaan yang merata pada setiap arahnya, namun pada astigmatisme terdapat beberapa daerah pada permukaan yang sebagian rata atau cenderung dalam. Ibaratkan seperti telur atau bola rugby (normalnya seperti bola). Keadaan ini menyebabkan sinar yang masuk ke mata akan dibiaskan tidak pada satu titik fokus sehingga objek yang dilihat adalah tidak jelas dan berbayang.

mata silinder pada anak

mata silinder pada anak

Pada umumnya, astigmatisme terjadi sejak lahir dan sebagian lainnya karena trauma, penyakit atau riwayat operasi pada mata

Faktor mata silinder yang  pertama adalah faktor genetik. Faktor genetik atau keturunan yang dimaksud disini adalah bahwa banyak di antara keluarga yang memerlukan atau memakai kacamata. Faktor genetik ini dapat berperan sekitar 30% – 35%. Biasanya kerusakan yang diturunkan adalah Cylinder myopia, Myopia (mata minus), Hipermetropia (mata plus). Perlu diingat bahwa faktor keturunan ini tidak hanya berlaku untuk 1 keturunan (langsung dari bapak / ibu), tetapi bisa juga terjadi dari 3 generasi, dan polanya tidak beraturan, bisa pada pria ataupun wanita.

Untuk mengatasinya dapat diberikan bantuan kacamata lensa silinder. Ini adalah cara yang paling mudah- seperti pada kasus anak Anda. Mata Silinder- Pemberian kacamata lensa silinder memang tidak bersifat merubah bentuk bola mata yang sudah ada, tetapi membantu agar sinar yang masuk ke mata menjadi dibiaskan pada satu titik fokus dan kemudian objek yang dilihat menjadi jelas.

Mata Silinder- Namun kemajuan teknologi memberikan harapan dengan melakukan bedah refraktif lasik, yaitu dengan cara merubah kelengkungan yang tidak rata menjadi rata. Untuk itu, Anda dapat membawa anak Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang menawarkan penanganan astigmatisme dengan bedah refraktif lasik. Karena semuanya sangat tergantung dari kondisi mata tiap penderita.

Mata silinder Peran jus wortel atau vitamin A adalah pada kesehatan mata terutama pada bagian retina, namun tidak merubah bentuk kelengkungan kornea ataupun lensa. Namun, keduanya sangat baik untuk tetap dikonsumsi.

Lantas, apakah anak Anda harus terus menggunakan kacamata? Kacamata dengan lensa silinder dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mendapatkan penglihatan yang jelas. Tidak ada hubungannya antara menggunakan kacamata dengan mengurangi mata silinder. Namun jika tidak menggunakan kacamata, seseorang biasanya akan memberikan keluhan seperti melihat jauh kabur sedangkan melihat dekat lebih baik, melihat ganda dengan satu atau kedua mata, melihat benda yang bulat menjadi lonjong, penglihatan akan kabur untuk jauh ataupun dekat, bentuk benda yang dilihat berubah, mengecilkan celah kelopak, sakit kepala, mata tegang dan pegal, mata dan fisik lelah.

Jika Anda menderita mata silinder  dan  tidak  ingin  memakai  kaca mata  terus  menerus  sebaiknya  anda  berusaha  mencari  pengobatan   alami  yang  bisa  mengobati   penyakit  ini dari  dalam  sehingga   dapat  memperbaiki sel-sel  atau  organ  penglihatan  secara  total  dan  bukan  sementara  waktu.  Pengalaman empiris membuktikan bahwa Obat mata  alami  Superlutein  dapat membantu  penderita  mata silinder  secara permanen 100% pada anak-anak dan remaja di bawah 20 tahun. Untuk orang dewasa (usia 20-39 tahun),  tetapi untuk  kasus  usia  yang  sudah  dewasa bisa  mengurangi  mata silinder dan  rabun jauh hingga 90%. Sedangkan untuk orang tua yang usianya di atas 40 tahun, obat alami  menurunkan mata minus dan silinder hingga 75%. Sungguh pencapaian yang luar biasa untuk sebuah terapi sederhana yang alami.

 

Mata Silinder Pada Anak

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Gejala strabismus

Gejala strabismus

Gejala Strabismus adalah kondisi dimana kedua mata tidak tertuju pada satu obyek yang menjadi pusat perhatian. Satu mata bisa terfokus pada satu obyek sedangkan mata yang lain dapat bergulir ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah.
Keadaan ini bisa menetap (selalu tampak) atau dapat pula hilang timbul. Gejala Mata yang tampak juling dapat terlihat lurus dan yang tadinya tampak lurus dapat terlihat juling.
Juling dapat mengenai pria dan wanita. Juling dapat diturunkan pada keturunannya. Namun walau tidak ada riwayat keluarga juling, hal ini dapat saja terjadi.

Gejala Strabismus

Gejala Strabismus

Gejala utama adalah salah satu mata tampak juling. Kadang anak-anak memiringkan kepalanya agar dapat melihat dengan kedua matanya atau mata akan menjadi juling bila melihat sinar terang.

Untuk satu mata kita mempunyai enam otot mata, yang kesemuanya bertugas untuk mengatur pergerakan mata. Gejala Baik bergerak ke kanan, ke kiri, ke atas, ke bawah dan bergulir. Ada Musculus Rectus Nasal, Lateral, Superior dan Inferior, serta Musculus oblique superior dan inferior.

Agar kedua mata itu dapat fokus terhadap satu objek yang di lihat, maka semua otot bersinergi bekerja bersama-sama dan di kontrol oleh otak. Nah kalo otot ini ada yang lemah maka tentu kondisi mata tidak bisa lurus ke pusat objek yang di lihat, mak akan kelihatan salah satu mata (yang ototnya ada maslah) akan lari atau bergulir.

Strabismus yang sering terjadi pada anak dengan kelainan otak misal, cerebral palsy, Hydrocephalus, tumor otak atau pada anak yang lahir prematur. Bisa juga karena ada riwayat keluarga yang strabismus.

Anak-anak yang dilahirkan dari keluarga yang mempunyai riwayat strabismus dalam keluarganya beresiko tinggi menderita strabismus juga.

Tanda dan gejala strabismus adalah terlihat mata yang tidak lurus, artinya bila melihat objek tertentu satu mata terfokus dan mata lainnya tertuju ke objek lainnya.  Untuk anak-anak akan memicingkan satu matanya di saat matahari terik atau memiringkan lehernya jika ingin menggunakan kedua matanya.

Gejala strabismus

  • Penglihatan ganda
  • Kedua mata tidak sejajar
  • Kedua mata tidak bisa bergerak bersama-sama
  • Kehilangan penglihatan pada salah satu mata, termasuk kehilangan kemampuan untuk melihat obyek tiga dimensi

Bagaimana Mengenali Gejala Strabismus?

Cara Diagnosis Strabismus

Diagnosis dini sangat penting dalam mencegah kehilangan penglihatan yang terjadi sebagai akibat dari amblyopia , juga disebut ” ” eye Azy ” . Amblyopia dari strabismus terjadi ketika visi tidak berkembang secara normal selama masa kanak-kanak karena mata tidak sejajar .

Gejala Strabismus dapat didiagnosa melalui pemeriksaan mata. Dianjurkan agar semua anak dengan usia antara 3-3,5 tahun memeriksakan penglihatannya pada dokter spesialis mata.

Bila ada anak yang gagal dalam tes pemeriksaan tajam penglihatan, akan dirujuk ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Bila terdapat riwayat keluarga strabismus atau ambliopia, atau riwayat keluarga menggunakan kacamata tebal, seorang spesialis mata akan melakukan pemeriksaan penglihatan walaupun usianya kurang dari 3 tahun. Bila memang anak terlihat jelas juling sejak usia kurang dari 6 bulan, harus dilakukan pemeriksaan sedini mungkin.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan:

  • Pemeriksaan mata standar
  • Ketajaman penglihatan
  • Pemeriksaan retina
  • Pemeriksaan neurologis (saraf)

Gejala- Sebuah tanda nyata adanya strabismus adalah sebelah mata tidak lurus atau tidak terlihat memandang ke arah yang sama seperti mata sebelahnya. Kadang-kadang anak-anak akan memicingkan/menutup sebelah matanya saat terkena sinar matahari yang terang atau memiringkan kepala mereka agar dapat menggunakan kedua matanya sekaligus.

Anak-anak yang menderita strabismus sejak lahir atau segera sesudahnya, tidak banyak mengeluhkan Gejala adanya pandangan ganda. Tetapi anak-anak yang mengeluhkan adanya pandangan ganda harus diperiksa dokter spesialis mata anak dengan seksama. Semua anak seharusnya diperiksa oleh dokter spesialis mata anak sejak dini terutama bila dalam keluarganya ada yang menderita strabismus atau ambliopia.

Bayi dan anak kecil seringkali terlihat juling. Gejala Hal ini dapat disebabkan oleh bentuk hidung yang lebar dan rata dengan lipatan kulit kelopak mata yang lebar sehingga membuat mata seakan terlihat tidak searah. Gejala strabismus semu ini akan hilang pada aat anak semakin besar. Seorang dokter spesialis mata anak dapat menjelaskan perbedaan strabismus semu dan strabismus yang sebenarnya.

Kasus mata juling pada anak-anak dapat disembuhkan asal mendapat perawatan sejak dini sebelum usia 12 tahun. Jangan anggap remeh kelainan mata ini moms, karena nantinya dapat membutuhkan waktu pengobatan yang jauh lebih lama serta bisa menjadi kerusakan mata permanen.

 

Gejala  strabismus

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penyebab Amblyopia

Penyebab Amblyopia

Penyebab Amblyopia- Amblyopia adalah masalah pada anak-anak yang terjadi ketika satu mata lebih lemah dari yang lain. Otak memilih untuk mengambil gambar dari mata yang lebih kuat dan mengabaikan gambar dari mata yang lebih lemah. Ini berarti bahwa anak menggunakan mata yang kuat lebih daripada mata yang lemah. Jika mata yang lemah tidak digunakan, maka mata yang lemah tidak mampu mengembangkan penglihatan yang baik. Penyebab Amblyopia- Hal ini menyebabkan penglihatan berkurang di mata yang lebih lemah.
Amblyopia biasanya hanya mempengaruhi satu mata.

Penyebab Amblyopia- Masalah Amblyopia dimulai antara kelahiran sampai sekitar usia 7 tahun. Anak Anda mungkin tidak tahu bahwa dia hanya menggunakan satu mata. Penyebab Amblyopia- Hal ini karena mengabaikan gambar dari mata yang lemah merupakan respon otomatis dari otak dan anak Anda tidak memiliki kendali atas hal tersebut.

Penyebab Amblyopia

Penyebab Amblyopia

Pengobatan dini biasanya dapat menyembuhkan amblyopia. Semakin muda anak Anda ketika pengobatan dimulai, semakin mungkin anak Anda memiliki penglihatan yang baik.

Amblyopia kadang-kadang disebut dengan “mata malas (lazy eye).”

Penyebab Amblyopia
Kondisi yang dapat menyebabkan amblyopia yaitu setiap kondisi yang mencegah mata anak Anda membentuk gambar yang jelas dan fokus atau yang mencegah penggunaan normal dari satu atau kedua mata. Hal ini mungkin terjadi jika:

  • Penyebab Amblyopia- Mata tidak fokus pada objek yang sama. Hal ini disebut strabismus. Sebagai contoh, satu mata mungkin melihat lurus sementara mata yang lain melihat ke arah lain. Hal tersebut mengirimkan dua gambar yang berbeda ke otak. Pada anak muda yang memiliki strabismus, otak memilih untuk menerima gambar hanya dari satu mata.
  • Penyebab Amblyopia- Anak Anda mempunyai rabun jauh atau rabun dekat yang lebih besar pada satu mata daripada mata yang lain. Jika satu mata melihat jauh lebih jelas daripada mata yang lain, maka otak mengabaikan gambar buram dari mata yang lebih lemah.
  • Penyebab Amblyopia- Masalah yang mencegah cahaya masuk ke mata untuk jangka waktu yang panjang. Misalnya, masalah pada lensa, seperti katarak, atau di “jendela” pada bagian depan mata (kornea) dapat menyebabkan amblyopia. Masalah jenis ini jarang namun serius. Tanpa pengobatan dini, sang anak mungkin tidak pernah mengembangkan penglihatan normal pada mata yang terkena masalah tersebut
  • Penyebab Amblyopia- Kelainan anatomi atau struktural mata, Amblyopia bisa disebabkan oleh adanya kelainan mata seperti kelainan retina pusat atau katarak.

Bentuk bola mata abnormal atau perbedaan ukuran antara kedua mata juga berkontribusi terhadap amblyopia.

  • Tumor, Pada sebagian kasus, amblyopia merupakan tanda pertama dari tumor mata.

Faktor Resiko Penyebab Amblyopia

Amblyopia cenderung merupakan kondisi yang diwariskan.

Penyebab Amblyopia- Amblyopia juga lebih mungkin terjadi pada anak-anak yang lahir prematur atau yang mengalami keterlambatan perkembangan

Anak Anda mungkin lebih cenderung memiliki amblyopia jika ada anggota keluarga Anda memilikinya atau jika anak Anda mengalami kelahiran prematur atau lahir dengan berat badan rendah.

Gejala Penyebab Amblyopia
Dalam kebanyakan kasus, amblyopia tidak menimbulkan gejala. Tetapi anak Anda mungkin:

  • Memiliki mata yang mengembara atau tidak bergerak sama dengan mata lainnya.
  • Memiliki mata yang tidak bergerak dalam arah yang sama atau fokus pada titik yang sama.
  • Menangis atau mengeluh dengan satu mata tertutup.
  • Menyipitkan mata atau memiringkan kepala untuk melihat sesuatu.
  • Memiliki kelopak mata atas yang terkulai.

Bagaimana Amblyopia Didiagnosis
Dokter anak Anda akan melakukan uji mata. Jika hasil uji mata menunjukkan bahwa anak Anda memiliki penglihatan rendah di salah satu mata, maka dokter bisa mendiagnosa amblyopia setelah mengesampingkan penyebab lain terlebih dahulu.

Untuk membantu diagnosis, dokter akan bertanya mengenai gejala, apakah ada anggota keluarga yang memiliki masalah penglihatan, beberapa faktor risiko lain yang mungkin seperti lahir dengan berat badan rendah, dan apakah anak Anda mengalami kesulitan membaca, melihat papan tulis di sekolah, atau menonton TV.

Para ahli menyarankan bahwa anak-anak menjalani pemeriksaan mata antara usia 3 dan 5 tahun, dan pada beberapa kasus, lebih awal dari usia tersebut. Jika Anda khawatir mengenai mata atau penglihatan anak Anda, segera bawa dia ke dokter mata. Tidak ada anak yang terlalu muda untuk melakukan pemeriksaan mata.

 

Penyebab Amblyopia

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penyebab Proptosis

Penyebab Proptosis

Penyebab Proptosis- Mata bukanlah suatu organ vital bagi manusia, tanpa mata manusia masihdapat hidup, namun keberadaan mata sangatlah penting. Mata adalah jendelakehidupan, tanpa mata manusia tidak dapat melihat apa yang ada di sekelilingnya. Oleh karena itu pemeliharaan mata sangatlah penting.Salah satu struktur mata yang penting adalah orbita. Struktur tulang orbitayang kaku, dengan lubang anterior sebagai satu-satunya tempat untuk ekspansi,setiap penambahan isi orbita yang terjadi di samping atau di belakang bola mataakan mendorong organ tersebut ke depan dan akan menimbulkan perubahan letak dari bola mata ke depan dan mengakibatkan proptosis (protrusiobulbi). Penyebab Proptosis- Penonjolan bola mata adalah tanda utama penyakit orbita. Lesi-lesiekspansif dapat bersifat jinak atau ganas dan dapat berasal dari tulang, otot, saraf,pembuluh darah, atau jaringan ikat.

Penyebab Proptosis- Massa dapat bersifat radang, neoplastik,kistik, atau vaskular. Penonjolan itu sendiri tidak bersifat mencederai kecualiapabila kelopak mata tidak mampu menutup kornea. Namun penyebab yang mendasari biasanya serius dan kadang-kadang membahayakan jiwa.Anamnesis dan pemeriksaan fisik memberikan banyak petunjuk mengenai penyebab proptosis. Kelainan bilateral umumnya mengindikasikan penyakitsistemik. Eksoftalmometer Hertel adalah metode pengukuran standar untuk mengukur tingkat proptosis. Oleh karena itu, pada makalah ini kami mencobamembahas beberapa penyakit yang dapat menyebabkan proptosis.

Penyebab Proptosis

Penyebab Proptosis

Penyebab Proptosis dapat terjadi dengan cepat akibat perdarahan di belakang mata, misalnya setelah cedera berat, atau akibat peradangan pada rongga mata. Tumor, baik jinak maupun ganas, dapat terjadi pada rongga orbita di belakang bola mata sehingga mendorong bola mata kedepan. Peradangan dan jaringan fibrosa (pseudotumor) juga dapat menyebabkan proptosis dengan rasa nyeri dan pembengkakan. Trombosis sinus kavernosus menimbulkan pembengkakan karena darah dalam pembuluh darah vena tidak dapat meninggalkan mata. Ganguan hubungan antara pembuluh darah arteri dan vena (malformasi arteriovenosa) di belakang mata dapat menyebabkan proptosis yang berdenyut, dimana mata menonjol dan berdenyut sesuai dengan denyut jantung.

Proptosis adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata.

Penyebab Proptosis  bisa disebabkan oleh:

  • Penyakit tiroid, terutama penyakit Grave (jaringan di dalam rongga mata membengkak dan terdapat endapan yang mendorong mata ke depan)
  • Perdarahan di belakang mata
  • Peradangan di dalam rongga mata
  • Tumor jinak maupun ganas di dalam rongga mata dan di belakang bola mata
  • Pseudotumor
  • Trombosis sinus kavernosus
  • Malformasi arteriovenosa.

 

GEJALA Penyebab Proptosis
Salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol. Kornea dapat menjadi kering, sehingga dapat terbentuk luka (ulkus) pada kornea. Proptosis yang lama dapat menggangu penglihatan karena saraf optic (saraf penglihatan) menjadi teregang. Peningkatan tekanan didalam rongga mata juga dapat menekan saraf optic, yang juga dapat menggangu penglihatan.

Gejala Penyebab Proptosis lainnya:

  • Perdarahan di belakang bola mata (diruang orbita mata) akibat dari trauma
  • Peradangan di dalam rongga mata
  • Tumor jinak maupun ganas di dalam rongga mata dan di belakang bola mata
  • Pseudotumor (adanya penonjolan bola mata karena adanya inflamasi / peradangan jaringan disekitar bola mata sehingga mendorong bola mata kedepan
  • Kelainan pembuluh darah misalnya Trombosis sinus kavernosus  dan  Malformasi arteriovenosa.
  • Salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol keluar.

 

DIAGNOSA Penyebab Proptosis
Setiap mata yang menonjol tidak selalu berarti eksoftalmos.
Beratnya penonjolan mata bisa diukur dengan penggaris biasa atau dengan alat yang disebut oftalmometer.

Pemeriksaan lainnya yang dilakukan adalah CT scan dan tes fungsi tiroid.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.
Jika terdapat kelainan antara arteri dan vena maka dilakukan pembedahan.
Jika penyebabnya adalah hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid) maka dilakukan pengobatan terhadap hipertiroidisme.

Untuk menghilangkan penekanan terhadap saraf optikus diberikan corticosteroid per-oral (melalui mulut), terapi penyinaran lokal atau pembedahan.

Jika kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata yang menonjol, mungkin perlu dilakukan pembedahan kelopak mata untuk membantu melindungi kornea terhadap kekeringan dan infeksi.

Untuk mengatasi pseudotumor dan pembengkakan bisa diberikan corticosteroid.
Jika tumor membahayakan mata karena mendorongnya keluar, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor.

Penanganan untuk mengatasi gejala-gejala penyebab proptosis itu sendiri dapat berupa pemberian obat tetes mata (air mata buatan) untuk mengatasi kekeringan pada mata (jika terjadi proptosis ringan), atau pemberian kortikosteroid, terapi radiasi, atau pembedahan jika terjadi proptosis berat. Jika kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata yang menonjol, mungkin perlu dilakukan pembedahan kelopak mata untuk membantu melindungi kornea terhadap kekeringan dan infeksi. Penyebab proptosis

 

Penyebab Proptosis

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penyebab Astigmatisma

Penyebab Astigmatisma

Penyebab Astigmatisma- Astigmatisma adalah jenis kesalahan bias, yang berarti bahwa mata tidak membelokkan cahaya yang datang ke dalamnya untuk fokus pada tempat yang tepat pada retina. Rabun jauh (miopia) dan rabun dekat (hiperopia) juga kesalahan bias, disebabkan oleh kornea yang terlalu melengkung atau terlalu datar, masing-masing. Penyebab Astigmatisma- Mata orang-orang yang rabun jauh memfokuskan gambar di depan retina, sedangkan pada mereka yang fokus berpandangan jauh di belakangnya. Orang-orang dapat memiliki keduanya astigmatisma dan kesalahan bias lain, diperkirakan bahwa sekitar 2/3 dari orang-orang yang rabun memiliki kondisi lain juga.

Apa Penyebab Astigmatisma? Astigmatisma (atau mata silindris) mungkin masalah penglihatan yang paling disalahpahami. Bahkan namanya yang banyak membuat orang keliru menyebutnya “stigmatism.”

Penyebab astigmatisma Seperti rabun jauh dan rabun dekat, Silindris adalah kesalahan bias, berarti itu bukan masalah kesehatan mata, melainkan hanya merupakan masalah dengan bagaimana mata memfokuskan cahaya.

Penyebab Astigmatisma- Pada mata dengan Silindris, cahaya gagal untuk datang ke satu fokus pada retina untuk menghasilkan pandangan yang jelas. Sebaliknya, beberapa titik fokus terjadi, baik di depan atau di belakang retina (atau keduanya).

Penyebab Astigmatisma

Penyebab Astigmatisma

Gejala Astigmatisma

Astigmatisma biasanya menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau terganggu untuk beberapa derajat di semua jarak. Gejala astigmatisma yang tidak diperbaiki dapat menyebabkan ketegangan mata dan sakit kepala, terutama setelah membaca atau tugas visual berkepanjangan lainnya. Penyipitan mata juga merupakan gejala yang sangat umum dari Silindris yang tidak diperbaiki.

Apakah Penyebab Astigmatisma?

Penyebab Astigmatisma biasanya oleh kornea yang tidak beraturan. Bukannya kornea memiliki bentuk bulat simetris (seperti bisbol), itu berbentuk lebih mirip bola, dengan satu meridian yang secara signifikan yang lebih melengkung daripada tegak lurus terhadap garis meridian itu.

(Untuk memahami apa meridian, pikirkan depan mata serupa dengan wajah jam . Sebuah garis yang menghubungkan 12 dan 6 adalah salah satu meridian. Garis yang menghubungkan 3 dan 9 adalah hal lain.)

Dalam beberapa kasus, astigmatisme disebabkan oleh bentuk lensa di dalam mata. Jenis astigmatisma disebut Silindris lenticular, untuk membedakannya dari Silindris kornea yang lebih sering terjadi.

Penyebab Astigmatisma adalah :

  1. Penyebab astigmatisma Jarak terlalu dekat membaca buku, menonton televisi, bermain videogames, main komputer, main hp ponsel, dll. Mata yang dipaksakan dapat merusak mata. Pelajari jarak aman aktivitas mata kita agar selalu terjaga kenormalannya.
  2. Terlalu lama beraktifitas pada jarak pandang yang sama seperti bekerja di depan komputer, di depan layar monitor, di depan mesin, di depan berkas, dan lain-lain. Mata butuh istirahat yang teratur dan sering agar tidak terus berkontraksi yang monoton.
  3. Tinggal di tempat yang sempit penuh sesak karena mata kurang berkontraksi melihat yang jauh-jauh sehingga otot mata jadi tidak normal. Atur sedemikian rupa ruang rumah kita agar kita selalu bisa melihat jarak pandang yang jauh.
  4. Kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan mata kita seperti membaca sambil tidur-tiduran, membaca di tempat yang gelap, membaca di bawah sinar matahari langsung yang silau, menatap sumber cahaya terang langsung, dan lain sebagainya.
  5. Terlalu lama mata berada di balik media transparan yang tidak cocok untuk mata dapat mengganggu kesehatan mata seperti sering kelamaan memakai helm, lama memakai kacamata yang tidak sesuai dengan mata normal kita, dan sebagainya.
  6. Kekurangan gizi yang dibutuhkan mata juga bisa memperlemah mata sehingga kurang mampu bekerja keras dan mudah untuk terkena rabun jika mata bekerja terlalu diporsir. Vitamin A, betakaroten, ekstrak billberry, alpukat, dan lain sebagainya bagus untuk mata.

 

Jenis Astigmatisma

Ada beberapa jenis astigmatisma:

  1. Astigmatisma miopi. Salah satu atau kedua meridian utama mata yang rabun jauh. (Jika kedua meridian adalah rabun jauh, rabun jauh mereka dalam derajat yang berbeda.)
  2. Astigmatisma hyperopic. Salah satu atau kedua meridian utama adalah rabun dekat. (Jika keduanya berpandangan jauh, mereka hyperopic dalam derajat yang berbeda.)
  3. Astigmatisme Campuran. Salah satu meridian utama adalah rabun jauh, dan yang lainnya adalah rabun dekat.

Penyebab Astigmatisma- Astigmatisma juga diklasifikasikan sebagai teratur atau tidak teratur. Pada astigmatisma teratur meridian utama adalah 90 derajat (saling tegak lurus). Pada Silindris tidak teratur, meridian utama adalah tidak tegak lurus. Penyebab Astigmatisma- Kebanyakan astigmatisma adalah astigmatisma kornea biasa, yang memberikan mata bentuk seperti bola sepak.

Silindris tidak teratur dapat disebabkan oleh cedera mata yang menyebabkan jaringan parut pada kornea, dari beberapa jenis operasi mata atau dari keratoconus, penyakit yang menyebabkan bertahap penipisan kornea.

 

Penyebab Astigmatisma

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Proptosis adalah Penonjolan Bola Mata

Proptosis adalah Penonjolan Bola Mata

Mata bukanlah suatu organ vital bagi manusia, tanpa mata manusia masihdapat hidup, namun keberadaan mata sangatlah penting. Mata adalah jendelakehidupan, tanpa mata manusia tidak dapat melihat apa yang ada di sekelilingnya.Oleh karena itu pemeliharaan mata sangatlah penting.Salah satu struktur mata yang penting adalah orbita. Struktur tulang orbitayang kaku, dengan lubang anterior sebagai satu-satunya tempat untuk ekspansi,setiap penambahan isi orbita yang terjadi di samping atau di belakang bola mataakan mendorong organ tersebut ke depan dan akan menimbulkan perubahan letak dari bola mata ke depan dan mengakibatkan proptosis, protrusiobulbi. Penonjolan bola mata adalah tanda utama penyakit orbita. Lesi-lesiekspansif dapat bersifat jinak atau ganas dan dapat berasal dari tulang, otot, saraf,pembuluh darah, atau jaringan ikat.

Massa dapat bersifat radang, neoplastik,kistik, atau vaskular. Penonjolan itu sendiri tidak bersifat mencederai kecualiapabila kelopak mata tidak mampu menutup kornea. Namun penyebab yangmendasari biasanya serius dan kadang-kadang membahayakan jiwa.Anamnesis dan pemeriksaan fisik memberikan banyak petunjuk mengenaipenyebab proptosis. Kelainan bilateral umumnya mengindikasikan penyakitsistemik. Eksoftalmometer Hertel adalah metode pengukuran standar untuk mengukur tingkat proptosis. Oleh karena itu, pada makalah ini kami mencobamembahas beberapa penyakit yang dapat menyebabkan Proptosis.

Proptosis adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata.

Pada beberapa penyakit tiroid, terutama penyakit Grave, jaringan pada rongga orbita dapat membengkak sehingga mendorong bola mata keluar. Hal ini agaknya merupakan penyebab paling sering terjadinya Proptosis.

Proptosis dapat terjadi dengan cepat akibat perdarahan di belakang mata, misalnya setelah cedera berat, atau akibat peradangan pada rongga mata. Tumor, baik jinak maupun ganas, dapat terjadi pada rongga orbita di belakang bola mata sehingga mendorong bola mata kedepan. Peradangan dan jaringan fibrosa (pseudotumor) juga dapat menyebabkan proptosis dengan rasa nyeri dan pembengkakan. Trombosis sinus kavernosus menimbulkan pembengkakan karena darah dalam pembuluh darah vena tidak dapat meninggalkan mata. Ganguan hubungan antara pembuluh darah arteri dan vena (malformasi arteriovenosa) di belakang mata dapat menyebabkan proptosis yang berdenyut, dimana mata menonjol dan berdenyut sesuai dengan denyut jantung.

Proptosis adalah Penonjolan Bola Mata

Proptosis adalah Penonjolan Bola Mata

Penyebab Proptosis bermacam –macam antara lain :

  • Penyakit gangguan kelenjar gondok atau thyroid disebut Grave Disease atau Grave Ofthalmopahy (Setiap tahun diperkirakan terdapat 5-6 penderita Grave diantara 100.000 penduduk dan 2/3 nya dengan eksofthalmos)Terjadi penonjolan ke dua bola mata karena ada pembengkaan (hipertrophi) otot penggerak bola mata sehingga mendorong bolamata ke depan.

 

Gejala lain mata Proptosis :

  • Perdarahan di belakang bola mata (diruang orbita mata) akibat dari trauma
  • Peradangan di dalam rongga mata
  • Tumor jinak maupun ganas di dalam rongga mata dan di belakang bola mata
  • Pseudotumor (adanya penonjolan bola mata karena adanya inflamasi / peradangan jaringan disekitar bola mata sehingga mendorong bola mata kedepan
  • Kelainan pembuluh darah misalnya Trombosis sinus kavernosus  dan  Malformasi arteriovenosa.
  • Salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol keluar.

 

PEMERIKSAAN & PENEGAKAN DIAGNOSA

Dijumpai adanya penonjolan bola mata, dan diukur dengan penggaris biasa atau dengan alat yang disebut ofthalmometer Hertel. Setiap mata yang menonjol tidak selalu Proptosis.

Pemeriksaan lainnya dilakukan adalah Foto Ro Orbita, CT) Scan Orbita, MRI Jaringan Orbita dan Pemeriksaan Laboratorium tes fungsi thyoid, (dengan diperiksa T3, T4 dan TSH)

 

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Jika terdapat kelainan pada hubungan antara arteri dan vena, maka perlu dilakukan pembedahan. Jika penyebabnya adalah hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid) maka dilakukan pengobatan terhadap hipertiroidisme. Namun pengobatan tiroid biasanya tidak dapat menghilangkan penonjolan mata.

Perdarahan atau peradangan dapat diatasi dengan mengobati penyebabnya. Tumor (tergantung dari jenis tumor) dapat diobati dengan kemoterapi, terapi radiasi, atau pembedahan. Pemberian kortikosteroid dapat membantu mengatasi peradangan yang disebabkan oleh pseudotumor.

Penanganan untuk mengatasi gejala-gejala proptosis itu sendiri dapat berupa pemberian obat tetes mata (air mata buatan) untuk mengatasi kekeringan pada mata (jika terjadi proptosis ringan), atau pemberian kortikosteroid, terapi radiasi, atau pembedahan jika terjadi proptosis berat. Jika kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata yang menonjol, mungkin perlu dilakukan pembedahan kelopak mata untuk membantu melindungi kornea terhadap kekeringan dan infeksi.

 

KOMPLIKASI Proptosis

Komplikasi Proptosis karena kelopak mata tidak dapat menutup dengan baik dapat  terjadi kerusakan kornea dan konjungtivitis.

 

Proptosis adalah Penonjolan Bola Mata

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Astigmatisma Jenis Penyakit Mata

Astigmatisma Jenis Penyakit Mata

Astigmatisma (cacat mata silindris) adalah ketidaksempurnaan ringan, dan umumnya mudah ditangani, yang terjadi pada kelengkungan mata.

Astigmatisma menyebabkan penglihatan seseorang menjadi kabur.

Kondisi ini terjadi ketika permukaan depan mata (kornea) atau lensa memiliki lengkung permukaan yang tidak sama.

Bukannya halus dan sama, kornea atau lensa memiliki beberapa daerah yang datar atau terlalu lengkung.

Astigmatisma menyebabkan penglihatan kabur pada semua jarak. Kondisi ini bisa merupakan bawaan lahir atau terjadi pada orang yang mengalami rabun jauh atau rabun dekat.

Astigmatisma bisa dikoreksi menggunakan kacamata dengan lensa yang sesuai atau pembedahan.

Gangguan Astigmatisma terjadi ketika kornea tidak bisa memfokuskan cahaya dengan baik ke retina sehingga, hasil yang dihasilkan saat melihat suatu objek adalah gambar yang buram. Kornea berbentuk kubah yang terdiri dari lapisan transparan yang menutupi iris, pupil dan lensa . Fungsi kornea adalah untuk membelokkan cahaya sehingga cahaya ini fokus pada retina (di belakang mata).

Dari sini sel-sel khusus (reseptor foto) akan mendeteksi cahaya dan mengirimkan impuls saraf melalui saraf optik ke otak dimana gambar terbentuk dan dengan demikian orang dapat melihat gambar. Jika kornea berbentuk salah, maka cahaya tidak menekuk benar dan tidak mendarat pada retina dengan benar, objek yang terlihat seperti kabur.

Astigmatisma atau gangguan mata silinder bukanlah penyakit dan juga tidak berarti bahwa anda memiliki  mata yang buruk. Mata silinder hanya berarti bahwa keadaan kornea mata yang terbentuk tidak benar.

Astigmatisma Jenis Penyakit Mata

Astigmatisma Jenis Penyakit Mata

Gejala astigmatisma

•             Gambar distorsi atau melihat gambar kabur di semua jarak

•             Sakit kepala dan kelelahan

•             Menyipitkan mata dan ketidaknyamanan pada mata

Seseorang yang menderita astigmatisma ringan mungkin mengalami sakit kepala, ketegangan mata, penglihatan kabur atau kelelahan pada penglihatan berbagai jarak. Silinder yang parah mungkin berakibat dengan kaburnya gambar atau terdistorsi visi. Mata silinder dapat meningkat perlahan. Perawatan mata biasa secara teratur akan dapat membantu untuk meningkatkan daya mata sehingga mata dapat dipulihkan.

Selain rabun jauh dan rabun dekat, astigmatisma merupakan gangguan bentuk kornea yang mengganggu penglihatan dan banyak menyerang anak-anak. Apa saja penyebab dan bagaimana cara mengatasinya?

Istilah Astigmatismus adalah salah satu jenis kelainan refraksi, yaitu kondisi mata yang tidak mampu membiaskan atau memfokuskan cahaya ke retina sehingga bayangan benda yang dilihat menjadi kabur. Astigmatismus atau yang biasa dikenal dengan silinder merupakan gangguan bentuk kornea mata sehingga mempengaruhi pandangan.

Kenali Penyebabnya

Stigmatismus disebabkan beberapa faktor.

Pertama, karena bawaan lahir, yaitu bentuk kornea mata yang tidak sempurna sejak penciptaannya. Bahkan, analoginya seperti bentuk hidung yang kurang mancung sejak lahir. Maka tidak ada yang mampu mengubahnya, kecuali dengan operasi rekayasa.

Kedua, karena trauma jalan lahir, yaitu pada saat proses kelahiran terjadi benturan atau desakan antara kepala dengan jalan lahir. Ketika benturan terjadi di kepala, organ kepala yang paling rapuh saat itu adalah mata sehingga menyebabkan kelainan bentuk pada kornea.

Ketiga, pengaruh pertumbuhan. Proses pertumbuhan manusia adalah usia 0-19 tahun. Pada kondisi normal, seharusnya seluruh organ tubuh tumbuh bersama-sama. Namun pada kondisi tertentu, memungkinkan pertumbuhan organ tersebut tidak bersamaan. Juga pada organ mata, sangat memungkinkan, pertumbuhan kornea antara sudut kanan dan kiri tidak sama sehingga terjadi silinder.

Keempat, kebanyakan gizi. Sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Begitu pula dengan gizi dalam tubuh. Menurut teori yang telah diakui bersama, kebanyakan gizi mampu membuat pertumbuhan organ terlalu cepat dari kondisi normal. Dan bila ini terjadi di mata, sangat memung¬kinkan, pada saat pertumbuhan terjadi perbedaan tumbuh pada organ mata yang berpengaruh pada bentuk kornea.

Kelima, trauma. Bisa terjadi karena adanya pembengkakan pada mata yang disebabkan gangguan kesehatan Seperti bengkak karena mata merah dan timbilan. Membuat kornea menjadi tidak normal. Tetapi biasanya mata kembali normal ketika penyebabnya telah pergi, alias sembuh. Namun, jika gangguan ini sering terjadi, maka potensi terjadinya kelainan bentuk kornea sangat besar.

Pada umumnya, astigmatisma terjadi sejak.lahir, namun berdasarkan di atas tidak sedikit pula yang baru muncul saat pertumbuhan. Menurut Armanto, astigmatisma bukanlah penyakit, tetapi gangguan penglihatan.

Ada dua jenis astigma, yaitu regular dan irregular.

Astigmatisma regular, merupakan ganguan kornea yang bentuknya beraturan. Misalnya satu sisi melengkung atau cekung, atau dua sisi sama cekung. Astigmatisma irregular, terjadi gangguan kornea yang bentuknya tidak beraturan, misalnya sisi kanan atas cembung, sedangkan sisi kanan bawah berbentuk cekung. Atau terjadi hal yang sama di semua sisi.

 

Astigmatisma Jenis Penyakit Mata

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment